<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>


<rss version="2.0">
	<channel>
		<atom:link xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://desya.webs.com/apps/blog/"/>
		<title><![CDATA[Dede Syaehumishbah]]></title>
		<description></description>
		<link>http://desya.webs.com/apps/blog/</link>
		<generator>Webs.com</generator>

			<item>
				<title>Permasalahan SMK Bertaraf Internasional</title>
				<author><name>desya</name></author>
				<link>http://desya.webs.com/apps/blog/show/3919393</link>
				<description>&lt;p&gt;Pentingnya pendidikan untuk kemajuan bangsa dannegara telah menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia akhir-akhir ini.Sebagaimana disadari bahwa pendidikan dapat memperbaiki kualitas sumber dayamanusia dan merupakan investasi masa depan. Pemerintah dalam hal ini KementerianPendidikan Nasional sebagai pengendali pendidikan nasional terus berupayamembuat kebijakan-kebijakan agar kualitas pendidikan semakin lebih baiksehingga memiliki daya saing dilevel internasional dan mampu menjawab tantanganglobal. Pangkal tolak perbaikan kualitas pendidikan ini adalah pengembangansekolah sebagai landasan primer institusi pendidikan. Oleh karenanya sejakbeberapa tahun yang lalu pemerintah secara intensif mengembangkan sebuahprogram yang dikenal dengan istilah Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SBI juga merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk memenuhi UU No.20 Tahun 2003 Pasal 50 Ayat 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yangmengharuskan Pemerintah dan/atau Pemda menyelenggarakan pada semua jenjangsekurang-kurangnya satu satuan pendidikan yang bertaraf internasional[1]. Hal ini dipertegasoleh PP No 19 Tahun 2005 Pasal 61 Ayat1, berupa keharusan bagi Pemerintah pusat bersama-sama dengan Pemdauntuk mengembangkan SBI sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada setiapjenjang pendidikan yakni SD, SMP, SMA maupun SMK.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabilamemperhatikan tujuan penyelenggaraan pendidikan SMK dan SMA tentunya konseppengembangan SBI untuk kedua sekolah tersebut berbeda meskipun levelnyasederajat. Dalam UU No. 20/2003 dinyatakan pendidikan SMAbertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlakmulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebihlanjut. Sedangkan pendidikan SMK bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan,pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiridan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SMK sebagaibagian dari pendidikan kejuruan pada hakikatnya merupakan subsistem dari sistempendidikan yang secara khusus membantu siswa dalam persiapan memasuki duniakerja. Pada taraf ini berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMK tahun2009 telah dikembangkan di seluruh Indonesia 247 SMK sebagai Rintisan SekolahBertaraf Internasional (RSBI)[2]. Sudah seharusnya kehadiran SMK Bertaraf Internasional mampu meningkatkan daya saing siswa dan memperbaikicitra SMK dilevel nasional maupun internasional. Namun disamping itu, banyaknyaSMK berlabel internasional ini memunculkan berbagai pertanyaan, sepertibagaimanakah konsep SBI untuk SMK, apa yang membedakan SBI dengan sekolah biasadipandang dari kurikulum, tuntutan terhadap siswa, guru, dll., apakah sekolahdan sumber daya guru siap menyelenggarakan SMK Bertaraf Internasional, apakahbenar-benar SMK Bertaraf Internasional telah memenuhi standar Internasional,mampukah lulusan SMK Bertaraf Internasional bersaing di tingkat internasionaldan lain-lain. Oleh karena itu perlu kiranya penelitian ini dilakukan gunamenganalisa dan mencari jawaban atas permasalahan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Permasalahan&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Munculnya SBI merupakan fenomenayang ditanggapi beragam oleh banyak kalangan baik pakar pendidikan maupun nonpendidikan. Namun terlepas dari pro dan kontra yang muncul dimasyarakat perlumenjadi perhatian bahwa SBI adalah alat untuk mencapai kualitas pendidikannasional yang minimal setaraf dengan pendidikan-pendidikan di negara majulainnya sehingga daya saing pendidikan Indonesia dimata dunia meningkat. Untukmewujudkan SBI sebagaimana yang diharapkan bukanlah hal yang mudah, karenamasih banyak permasalah yang perlu dikaji secara cermat. Permasalahan tersebut diantaranya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Konsep SBI bagi kebanyakan orang belumdipahami dengan jelas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak dikeluarkannya kebijakan SBI,pemerintah menuai pujian dan juga kritikan, baik itu pujian bahwa kebijakan SBImerupakan langkah maju untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia, maupunkritikan bahwa konsep ini tidak didahului dengan studi secara mendalam.Kriteria dan indikator sebuah sekolah yang memiliki taraf internasional masihkabur. Konsep yang jelas dan benar-benar teruji serta pemahaman akan konseptersebut sangat diperlukan terutama guna penyelenggaraan di lapangan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Strategi yang digunakan untuk mengembangkan SBI belummaksimal &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengembangan SBI berhubungan erat dengan perspektifglobal untuk membangun sekolah-sekolah berkinerja tinggi. Perspektif inimenekankan perlunya transformasi sekolah nasional menuju SBI dengankarakteristik otonomi yang lebih luas, kapasitas inovatif, kinerja berkualitas,dan orientasi nilai (Surya Dharma, 2007). Adanya strategi yang tepat akan mampumempercepat pengembangan sekolah menjadi SBI sesuai yang diharapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Kurikulum Standar Nasional Pendidikanditambah kurikulum dari negara maju kurang jelas &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kurikulum SBI ada rumusan StandarNasional Pendidikan ditambah atau diperkaya/dikembangkan/diperluas/diperdalamdengan standar internasional dari salah satu anggota OECD atau lembagates/sertifikasi internsional. Konsep tersebut tidak memiliki arah dan tujuanyang jelas. Sebab tidak menjelaskan lembaga/negara tertentu yang harus diadaptasi/diadopsistandarnya, dan faktor apa saja yang harusditambah/diperkaya/dikembangkan/diperluas/diperdalam, serta bagaimana penjaminanterhadap kesetaraan kurikulum yang digunakan .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Pemahaman konsep daya sainginternasional perlu diperjelas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Visi Sekolah Bertaraf Internasionaladalah terwujudnya Insan Indonesia yang cerdas dan memiliki daya saing secarainternasional. Visi ini mengisyaratkan secara tidak langsung gambaran tujuanpendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah model SBI, yaitu mewujudkan insanIndonesia yang cerdas dan memiliki daya saing secara internasional. Namun dayasaing internasional ini masih kabur dan pelu diperjelas.&amp;#160; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Sekolah belumsepenuhnya siap menyelenggarakan SBI &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini tampak dari munculnya berbagai problem manajementatkala kecepatan sekolah-sekolah dalam melakukan perubahan (mengadopsi silabuspembelajaran dan penilaian asing) masih belum diimbangi dengan upaya yangsistematis untuk memperkuat dan meningkatkan mutu sumber daya kependidikan(kepala sekolah, guru, dan manajemen), membangun sistem kontrol danakuntabilitas atas seluruh kegiatan akademis dan administrasi keuangan sekolah.Sebagaimana dikatakan Ali Saukah (2009)[3] karena banyaknya SBI untuk satu jenjang pendidikan disatu kota, maka sumber daya guru yang memiliki kompetensi bahasa Inggris denganbaik tidak mencukupi dan siswa pun belum seluruhnya mampumengikuti pelajaran dalam bahasa Inggris untuk Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam bahkan ada SBI yang belum memenuhi kriteria standar nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;-*-&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[1] Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistem Pendidikan Nasional&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[2] Keputusan tentang Penetapan SMK RSBI tahun2009 di http://www.ditpsmk.net/&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[3] Dimuat dalam Kompas-online, MutuPendidikan: Cukup Satu Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Kota, Kompas,Senin, 23 November 2009&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;</description>
				<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 22:53:00 +0000</pubDate>
				<guid>http://desya.webs.com/apps/blog/show/3919393</guid>
			</item>
			<item>
				<title>Tari Saman di Internationale Weihnachtsfeier 2009</title>
				<author><name>desya</name></author>
				<link>http://desya.webs.com/apps/blog/show/2663491</link>
				<description>&lt;p&gt;Hujan yang turun diawal Desember 2009 tidak menyurutkan antusias penonton untuk hadir menyaksikan event tahunan yang digelar oleh TUDresden ini, Internationale Weihnachtsfeier (Pesta Natal Internasional). Meskipun kedengarannya berlabelreligi, namun jangan salah, materi acaranya sama sekali tidak mencerminkan halitu. Internationale Weihnachtsfeierlebih merupakan ajang unjuk kebolehan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negarayang sedang menempuh studi di TU Dresden. Dalam event ini mereka seakanberlomba untuk menjadi yang terbaik dalam menampilkan kreasi seni dan budayanyamasing-masing. Selain pertunjukan seni budaya, acara ini dimeriahkan juga dengansajian makanan-makanan khas dari berbagai negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Internationale Weihnachtsfeier yang digelar 4 Desember 2009 ini lebih banyak menyedot animopenonton. Hal ini terlihat dari penuhnya Audimax H&amp;#246;rsaalzentrum sebagai tempat pertunjukan yang berkapasitas 977 tempat duduk serta puluhan stand yang berderet di bagian luar pertunjukan. Satu jamsebelum acara dimulai pintu sudah dibuka dan pengunjung diijinkan masuk.Sembari menunggu acara dimulai mereka berpetualang untuk menikmati makanan danminuman khas dari berbagai negara yang dijual dengan harga dibawah 2 Euro. Stand Formid (Forum Masyarakat Indonesia di Dresden) yang menyuguhkanmakanan berupa Siomay, Resoles, Bakwan, dll. begitu penuh oleh antrian pembeli.Tak heran jika seusai acara makanan yang disajikan ludes dinikmati tidak hanyaoleh mahasiswa asing tetapi juga mahasiswa Indonesia yang merindukan lezatnyamakanan Indonesia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sepertinya Formid sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan darievent-event internasional yang rutin digelar TU Dresden. Hampir disemua eventFormid selalu hadir menghiasinya tak terkecuali pada event ini. Untuk pertunjukan Formid kali ini menampilkan tarian andalannya, Tari Saman, yang pernah menjadi juarapada lomba seni budaya internasional di TU Dresden. Para penari yang berjumlah13 orang ini lebih didominasi oleh wajah-wajah baru sehingga memancarkan auradan semangat tersendiri pada setiap gerakan yang dimainkannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tepat jam 20:00 secara resmiacara dibuka dengan sambutan dari Prof. Karl Lenz selaku Wakil Rektor Bidang Akademikmewakili Rektor yang tidak berkenan hadir. Selanjutnya penampilan ensembeltarian Folklor dari TU Dresden, Tari Samba dari Brazil, musik dan tari dariTurki. Jam 20:55 giliran Formid dengan Tari Samannya. Begitu ketigabelas penariberjalan beriring memasuki pentas tepuk tangan penonton sudah terdengarmenyambut. Tepuk tangan kembali bergemuruh tatkala pergantian gerakan satu kegerakan lainnya. Bila saat itu Anda berada di sana pasti bisa merasakanbagaimana gemuruhnya tepukan penonton saat Formiders beraksi. Setelah Formidyang mewakili Indonesia tampil, selanjutnyasuguhan musik dan tarian dari Nigeria, Bulgaria dan penutup paduan suara dari China.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs092.snc3/15952_1280361096675_1459482289_30768368_2381332_n.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai tampil memukau, keceriaan terpancar dari wajahpara penari. Mereka merasakan usaha kerasnya dulu kini membuahkan hasil. Attensi yang luar biasa dari penonton memang tidak terduga sebelumnya. Tidak hanya penampilan Formid di atas pentas yang sukses, stand makananpun sangat berhasil dengan larisnya makanan yang disajikan. Selamat dan terima kasih kepada para penari dan pelatih yang sudah berjuang tampil menjadi yang terbaik, Management stand makanan Indonesia beserta Crew dan tentunya semua anggota Formid yang ikut terlibat dalam acara ini.*&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;</description>
				<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 20:09:00 +0000</pubDate>
				<guid>http://desya.webs.com/apps/blog/show/2663491</guid>
			</item>
			<item>
				<title>Die Realisierung vom didaktischen Prinzip der Anschaulichkeit im Unterricht (eine Analyse von Gestaltungsvarianten des Unterrichts in der Berufsausbildung  aus didaktischer Sicht)</title>
				<author><name>desya</name></author>
				<link>http://desya.webs.com/apps/blog/show/2292385</link>
				<description>&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;1.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Einleitung&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Die didaktischen Prinzipien sind allgemeine Grunds&amp;#228;tzef&amp;#252;r den Unterricht, die f&amp;#252;r alle Schultypen einschliesslich alle Formenberuflichen Unterrichts g&amp;#252;ltig sind. Sie funktioniert als Regeln f&amp;#252;r die Gestaltung und Beurteilung von Unterricht, dieauf normativen &amp;#220;berlegungen einerseits und auf praktischen Unterrichtserfahrungenandererseits aufbauen. Sie sind sowohl konstruktive Regeln f&amp;#252;r die Gestaltungvon Unterricht als auch Kriterien f&amp;#252;r die Analyse und Beurteilung vonUnterricht. In der Didaktik der Berufsausbildung findet eine Vielzahldidaktischer Prinzipien und zwar Prinzip der Wissenschaftlichkeit,Erziehungswirksamkeit, Planm&amp;#228;&amp;#223;igkeit und Sytematik, Aktivit&amp;#228;t undSelbstst&amp;#228;ndigkeit, Fasslichkeit, und Anschaulichkeit (vgl. Hortsch 2008, S. 26). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;DieAnwendbarkeit derartiger didaktischer Prinzipien im Unterricht ist stets inWechselbeziehung zu Zielen, Wissen und K&amp;#246;nnen der Lernenden zu beurteilen.Ferner muss ein Prinzip im Unterricht stets auch in Beziehung und in Abgrenzungzu anderen Prinzipien gesehen werden. Eines der didaktischen Prinzipien, die wirals besonders wichtig f&amp;#252;r die Unterrichtgestaltung in der Berufsausbildung ansehen,ist das Prinzip der Anschaulichkeit. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Anschaulichkeit ist bekanntestes, &amp;#228;ltestesund bedeutsamstes didaktisches Prinzip. Historisch bedeutsame Ausf&amp;#252;hrungen zumThema Anschaulichkeit im Unterricht wurde schon von Comenius mit seinem gro&amp;#223;enWerk Orbis sensualium pictus(Diesichtbare Welt in Bildern), Pestalozzi, Kant und anderen erkannt,interresanter- und folgerichtigerweise von solchen P&amp;#228;dagogen, die in ihrerErkenntnistheorie materialistische Ans&amp;#228;tze zeigten (vgl. Klein, 1961, S.137). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Anschauung ist oberstes Gebot nach Comenius.Nur &amp;#252;ber Anschaulichkeit kann etwas gelernt bzw. behalten werden, aber nichtnur Ansprechen des Sehsinnes, sondern es h&amp;#228;ngt vom Lerngegenstand ab, welcheArt von Anschauung in Frage kommt, welchem Sinn (Sehsinn, H&amp;#246;rsinn, Tastsinn, Geruchssinn,Geschmackssinn) er vorgef&amp;#252;hrt wird. Inzwischen Pestalozzi sagte, dassAnschauung Fundament aller Erkenntnis und erster Schritt aller Erkenntnis ist.Alle gewonnenen Erkenntnis sind auf Anschauung zur&amp;#252;ckf&amp;#252;hrbar, durch Anschauungsoll das Wesentliche einer Sache erkennbar sein. Nur &amp;#252;ber Anschaulichkeit kannWirklichkeit erfahren werden (vgl. Kaiserund Lange 1953, S. 3)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;1.1&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Problembeschreibung&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Der Unterricht ist ein Interaktionsgeschehen, bei demIndividuen unter p&amp;#228;dagogischer Begleitung in planm&amp;#228;&amp;#223;ig initiierten undgef&amp;#252;hrten Lernprozessen, zum Zieleihrer Qualifikation, Personalisationund Sozialisation, ausgew&amp;#228;hlteInhalte von Kulturaufnehmen und weiterentwickeln. Er wird in all seinen wesentlichenMerkmalen, in seinen Gesetzen, Prinzipien, Methoden, Organisationsformen, inseinen Inhalt usw. von den Zielen bestimmt. Unterricht zielt schwerpunktm&amp;#228;&amp;#223;igauf die Vermittlung von neuen Informationen. Das Hauptziel ist der Erwerb vonWissen und K&amp;#246;nnen und deren potentieller Anwendung.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;VieleAnforderungen sind es an einen Unterricht zu stellen, wenn er zu guten Erfolgen f&amp;#252;hrensoll. Nach Scholze (1956, S. 69)die wichtigsten sind: der Unterricht muss die Sch&amp;#252;ler ansprechen undinteressieren. Der Unterricht muss dem Alter der Sch&amp;#252;ler Rechnung tragen, ihreAufnahmef&amp;#228;higkeit und ihre Erlebniswelt beachten. Er muss die individuelleUnterschiede der einzelnen Sch&amp;#252;ler ber&amp;#252;cksichtigen und er muss lebensnah undanschaulich. Das wird um so leichter m&amp;#246;glich sein, je mehr Lehrer auf die Anschaulichkeitbeachten. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Anschaulichkeit als ein didaktisches Prinzip ist allgemeines Gesetz f&amp;#252;rden erfolgreichen Unterricht, die im Allgemeinen mit den anderenPrinzipien in Verbindung gebracht werden kann. Die Anwendung des Prinzips derAnschaulichkeit erleichtert die Einbeziehung anderer Prinzipien und dient damitder Erreichung des Unterrichtszieles. Bei derErf&amp;#252;llung des Unterrichtsziels erfordert das begr&amp;#252;ndete Unterrichten desLehrers die Anschaulichkeit im Unterricht, weil sie die Aneignung derKenntnisse seitens der Sch&amp;#252;ler erleichtert, indem sich die Sch&amp;#252;ler dieGrundlagen der Wissenschaften leichter, gr&amp;#252;ndlicher und bewu&amp;#223;ter aneignen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Der Lehrer hat die Aufgabe, dasBildungsniveau auf eine h&amp;#246;here Stufe zu heben. Diese kann nur dann gel&amp;#246;st wird,wenn er anschaulich im Unterricht ist, weil die Anschaulichkeit eine derwichtigsten Voraussetzungen f&amp;#252;r einen erfolgreichen Unterricht. Sachinhalte,die im Unterricht vermittelt werden, sind oft abstrakter Art und m&amp;#252;ssen deshalbf&amp;#252;r den Sch&amp;#252;ler so aufbereitet werden, dass durch didaktisch-methodischeVorgehensweise Anschaulichkeit erm&amp;#246;glicht wird. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Auch wird der Lehrer gefordert, diesesPrinzip immer und in jeder Unterrichtstunde zu realisieren, deswegen muss er esverstehen, die abstrakte Formulierung dieses Prinzips zu konkretisieren. Au&amp;#223;erdemhat er noch die Aufgabe, bei der Unterrichtsvorbereitung Anschauungsmaterial soin den verschiedenen Unterrichtsphasen einzuplanen, dass zuerst Lerninteressef&amp;#252;r die jeweiligen Lerninhalte geweckt wird und die Sch&amp;#252;ler so Schritt f&amp;#252;rSchritt zum Verst&amp;#228;ndnis und Behalten der Zusammenh&amp;#228;nge gef&amp;#252;hrt werden.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Bei der Vorbereitung auf denUnterricht muss der Lehrer nach der wissenschaftlichen Erkenntnistheorie undden Forderungen der didaktischen Prinzipien die Hilfsmittel derVeranschaulichung entwickelt. Als Ergebnis der didaktisch-methodischenEntscheidungen sollen sie dem Sch&amp;#252;ler helfen mit allen Sinnen zu lernen. Dazuzeigten Kaiser und Lange (1953, S. 16) die Beispiele im unver&amp;#228;ndertenObjekt, ver&amp;#228;nderten Objekt, Modell, und Vorstellungen. In Anlehnung am Begriffvon Hortsch (2008, S. 32), dass dieM&amp;#246;glichkeit der Veranschaulichung im Unterrichtsprozess man durchgegenst&amp;#228;ndlichen-, vergegenst&amp;#228;ndlichten-, oder begrifflich-abstrakten Aneignungsgegenst&amp;#228;ndenausf&amp;#252;hrt.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Wichtig an diesenAnschauungsmitteln ist, dass der Sch&amp;#252;ler mit ihrer Hilfe zur inneren Anschauunggelangen kann. Durch zerlegendes, gliederndes, vergleichendes, ordnendes,strukturierendes Handeln gelangt der Sch&amp;#252;ler zum Strukturbild der Sache. Erschafft es &amp;#252;ber die Anschauung den Lerninhalt zu begreifen.&amp;#160; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;1.2&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;WissenschaftlicheFragestellungen&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Aus denbisherigen &amp;#220;berlegungen ergeben sich folgende Fragen:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;a.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Was bedeutet die Anschaulichkeit f&amp;#252;r den Unterrichtsprozess in derBerufsausbildung?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;b.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Durch welcheArt und Weise realisiert der Lehrer das didaktische Prinzip der Anschaulichkeitim Unterricht? &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;c.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Werden Veranschaulichungen &amp;#252;berwiegend an der realen Wirklichkeit,an der nachgebildeten Wirklichkeit oder durch sprachlicheDarstellungen vorgenommen? &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;d.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Warum ist der anschauliche Unterricht erfolgreich?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;e.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Was sind die Schwierigkeitenund Grenzen zur Realisierung vom didaktischen Prinzip derAnschaulichkeit im Unterricht?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;1.3&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;MethodischesVorgehen &lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Um die Fragestellungen der Untersuchung zu beantworten, mache ichals empirische Verfahren die folgenden Vorgehen:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;a.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Beobachtungenbei Hospitationen im Unterricht&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;W&amp;#228;hrend derUnterrichtstunde hospitiere ich und beobachte, wie der Lehrende ein Lehr- undLernprozess in der Klasse gestalltet. Jedes Unterrichtfach dauert 90 Minuten.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;b.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Gespr&amp;#228;chemit Lehrkr&amp;#228;ften der Bildungseinrichtung&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Nach demUnterricht f&amp;#252;hre ich ein Gespr&amp;#228;ch mit dem betroffenen Lehrenden. Dar&amp;#252;ber hinausmache ich zur Vertiefung in anderer Gelegenheit besonderes Gespr&amp;#228;ch mitLehrkr&amp;#228;ften dieser Bildungseinrichtung. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;c.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Analyse vonUnterrichtsvorbereitungen und/oder anderen Planungsunterlagen&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Ichanalysiere auch die Unterrichtsvorbereitungen und anderen Planungsunterlagenvon Lehrende zum Beipiel Arbeitsbl&amp;#228;tter, Stoffverteilungsplan, Arbeitsauftrag,usw. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;2.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;TheoretischeGrundlagen&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Das didaktische Prinzip der Anschaulichkeithat in der Geschichte der Didaktik eine lange Tradition. Es wurde im Laufe derNeuzeit entwickelt, um Grunds&amp;#228;tze f&amp;#252;r das Lehren abstrakter Sachverhalte vorallem bei Sch&amp;#252;ler zu vermitteln. Es wendet sich gegen eine didaktische Praxis,die auf das Aneignen und Wiedergeben unverstandener Worth&amp;#252;lsen hinausl&amp;#228;uft.Lerninhalte sind nur dann Bildungsinhalte, wenn sie der Lebensorientierung undLebensbew&amp;#228;ltigung dienen. Mit allen Sinnen soll der Lernende erfassen undbegreifen. Dies setzt voraus, dass sie durch unmittelbare und mittelbareBegegnung und Auseinandersetzung mit der Wirklichkeit Erfahrungen auchsinnlicher Art machen kann.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;2.1&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Begriffserkl&amp;#228;rung&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Das didaktische Prinzip der Anschaulichkeit richtet sich auf diebewusste Gestaltung von Wahrnehmungsprozessen im Unterricht. Nach Hortsch (2008, S. 31) Anschaulichkeit ist &amp;#8222;eine Eigenschaftvon subjektiven Abbildern&amp;#8220;, die als Resultat von Wahrnehmungsprozessenentstehen, wenn das Anzueignendeeinen bildhaften Charakter hat, das Anzueignende Assoziationen zu bereitsAngeeignetem erlaubt und das Verbale aus solchen Elementen besteht, die demLernenden vertraut sind. Anschaulichkeit bedeutet, dass es m&amp;#246;glich gemachtwird, die Unterrichtsinhalte durch Wahrnehmung mittels der Sinnesorgane zuerfassen. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Klein (1961, S. 137)ist der Meinung, dass die Formulierung &amp;#8222;Einheit des konkreten mit dem von ihmAbstrahierten&amp;#8220; den wesentlichern Inhalt dieses Prinzips deutlicher zum Ausdruckbringt als die &amp;#8222;Anschaulichkeit&amp;#8220;. Unter der Anschaulichkeit des Unterrichtsverstehen wir eine wesentliches Merkmal des guten, erfolgreichen Unterrichts.Die Anschaulichkeit ist eine notwendige Eigenschaft des Unterrichts, einunbedingbarer Bestandteil jeder erfolgreichen p&amp;#228;dagogischen Arbeit. Deranschauliche Unterricht ist dadurch gekennzeichnet, dass die Sch&amp;#252;ler (unterLeitung des Lehrers) durch exaktes Wahrnehmen und Beobachten von Gegenstanden,Vorg&amp;#228;ngen und Verhantensweisen deutliche Vorstellungen und Anschauungengewinnen (Scholze 1956, S. 21). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Im Zusammenhang mit dem BegriffAnschaulichkeit gibt es Veranschaulichung und Anschauung. Veranschaulichung istalso das Bem&amp;#252;hen des Lehrers, einen Lerninhalt so aufzubereiten, dass dieVorstellungsf&amp;#228;higkeit des Sch&amp;#252;lers unterst&amp;#252;tzt wird, um zur Begriffsbildung zugelangen. Anschaulichkeit besitzt ein Unterricht, wenn die Methodik des Lehrersdie entwicklungsbedingte Wahrnehmungsf&amp;#228;higkeit des Sch&amp;#252;lers ber&amp;#252;cksichtigt undHilfestellungen zu denkenden Auseinandersetzung bieten kann. DieAnschaulichkeit des Unterrichts h&amp;#228;ngt also in hohem Ma&amp;#223;e vomdidaktisch-methodischen Geschick des Lehrers ab. Anschauung als unabdingbaresMoment f&amp;#252;r Lernvorg&amp;#228;nge wird im Unterricht durch besondere Mittel geschaffen,die sogenannte Anschauungsmittel. Anschauungsmittel im didaktischen Sinn sindalle erkennbaren Gegenst&amp;#228;nde, Einrichtungen, Ma&amp;#223;nahmen usw., die im Unterrichteingesetzt werden, um Anschauung von dem zu Lernenden, den Lerninhalten zuschaffen&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Also, Anschaulichkeit ist die Voraussetzungf&amp;#252;r Erkenntnisgewinnung durch Wahrnehmung. Sie weist ein Unterricht auf in demes m&amp;#246;glich ist, Unterrichtsinhalte durch Wahrnehmungen mittels der Sinnesorganezu erfassen. Veranschaulichung im Unterricht hei&amp;#223;t, den Unterrichtsstoff sodarzubieten, dass ihn die Sch&amp;#252;ler mit Hilfe ihrer Sinnesorgane und entsprechendihrer Auffassungsf&amp;#228;higkeit umfassend und zutreffend erkennen k&amp;#246;nnen. DieVeranschaulichung bezieht sich dabei auf die Sache selbst. Sie kann inverschiedenen Stufen der Konkretisierung im Mittelpunkt des Unterrichts stehen:Realbegegnung (wirklicher Gegenstand), Pr&amp;#228;parat, Modell (Verkleinerung derWirklichkeit), Bildhafte Darstellung, Schema und Symbol.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;2.2&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Notwendigkeitder Anschaulichkeit&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Die Anschaulichkeit hat eine gro&amp;#223;e Bedeutungf&amp;#252;r den Unterricht. Diese basiert auf psychologische Begrundung und didaktischeFunktion als theoretische Grundlagen. In der Lernpsychologie (Pietrzyk 2009, S. 3-4) gibt esverschiedene Argumente, die eine Begr&amp;#252;ndung f&amp;#252;r das UnterrichtsprinzipAnschaulichkeit liefern.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;a.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Theorie der doppelten Koordinierung&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;ber&amp;#252;cksichtigt die Forschungen zu den Hemisph&amp;#228;ren des menschlichen&amp;#160; Gehirns: linke Gehirnh&amp;#228;lfte f&amp;#252;r Verarbeitungsymbolischer Zeichen (Sprache, Schrift, Zahlen) zust&amp;#228;ndig, rechte Gehirnh&amp;#228;lftef&amp;#252;r ikonische Zeichen (Bilder, Filmaufzeichnungen); Digitale Systeme (Spracheetc.) sprechen den Verstand an, ikonische das Gef&amp;#252;hl beim Menschen.Erfolgreiches Lernen bedeutet, den Lernstoff so aufzuarbeiten, dass er beideGehirnh&amp;#228;lften anspricht. In der Unterrichtspraxis daher auf die Einbeziehungder Sinne besonders achten.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;b.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Ged&amp;#228;chtnispsychologie&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Aufnahme und Verarbeitung von Informationen beginnt imKurzzeitged&amp;#228;chtnis; dort werden Infos ca. 5 &amp;#8211; 20 Sekunden gespeichert.Empirische Untersucheungen belegen: Veranschaulichung im Unterricht durch realeGegenst&amp;#228;nde, bildliche Darstellungen, etc. steigern die Leistungen der Sch&amp;#252;lerbeim Auffassen und Behalten neuen Lernstoffs. Der Mensch nimmt nur 20% derInfos &amp;#252;ber das Geh&amp;#246;r auf, aber 50% mit den Augen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;c.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Motivationspsychologie&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Interesse von Sch&amp;#252;lern an einem Sachverhalt steht in Wechselbeziehung mitder Art der Darstellung; Sch&amp;#252;ler durch Anschauungsmittel st&amp;#228;rker motiviert,sich mit dem Lerngegenstand l&amp;#228;ngere Zeit zu befassen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Andere Begr&amp;#252;ndung kommt aus der Sicht didaktischerFunktion, die eine Leistung einesUnterrichtsschrittes odereiner sonstigen didaktischen Ma&amp;#223;nahme ist. Sie ist wesentliche Momente desUnterrichtsprozessverlaufs und durch Gesetzm&amp;#228;&amp;#223;igkeiten des Lehr- undLernprozesses begr&amp;#252;ndet. Sie werden durch wechselseitig voneinander abh&amp;#228;ngige Handlungen derLehrenden und Lernenden realisiert. Sie sind Operationsfolgen von Lehrenden undLernenden zur Realisierung von Unterrichtszielen, zur &amp;#220;bermittlung undAneignung bestimmter Inhalte und zur Ermittlung von Lehr- und Lernergebnissen. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;a.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Steigerung des Lerninteresses durchAnschaulichkeit&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Erst durchLerninteresse wird ein Lernprozess &amp;#252;berhaupt erst angesto&amp;#223;en, Lernen ist ohneLerninteresse &amp;#252;berhaupt nicht denkbar. Anschaulichkeit hat sich als guter Wegerwiesen, Interesse zu wecken und aufrecht zu erhalten. Anschauungsmittelm&amp;#252;ssen f&amp;#252;r Sch&amp;#252;ler attraktiv sein.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160; &lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;b.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Erleichterung des Begreifens durchAnschaulichkeit&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Aufgabe des Lehrers,dazu beizutragen, dass ein Lerninhalt begreiflich wird. Ein Sch&amp;#252;ler kann nurbegreifen, was ihm so gegen&amp;#252;bergestellt wird, dass er es begreifen kann.Anschauungsmittel machen sinnlich wahrnehmbar, was gelernt werden soll&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;c.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;F&amp;#246;rderung des Behaltens durch Anschaulichkeit &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Ziel allen Lernenssollte das Behalten des jeweiligen Lerninhalts sein. Anschauung soll nicht nurdas Behalten erm&amp;#246;glichen, sondern auch den Grad des Behaltens beeinflussen.Dies bedeutet f&amp;#252;r den Lehrer, dass er durch die Art der Anschauung das Behaltenf&amp;#246;rdern kann. Lehrer muss dem Sch&amp;#252;ler auch die M&amp;#246;glichkeit zu einer aktivenAuseinandersetzung mit dem Lerninhalt erm&amp;#246;glichen (Sch&amp;#252;leraktivit&amp;#228;t). Um nicht zuvergessen muss sich der Sch&amp;#252;ler aber auch aktiv darum bem&amp;#252;hen, das Gespeichertedauerhaft ins Langzeitged&amp;#228;chtnis einzuarbeiten, von wo es bei Bedarf wiederaktiviert werden kann. Eine starke Aktivit&amp;#228;t beim Speichern bewirkt einen hohenGrad der Vernetzung des neu Erlernten mit bereits Gespeichertem. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;2.3&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;M&amp;#246;glichkeitenzur Veranschaulichung im Unterricht&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;In Anlehnung am Erfahrungskegel nach Dale unterscheidet man zwischen direkterErfahrung (keine Abstraktion, Handeln), ikonischer Erfahrung (mittlereAbstraktion, Beobachten) und symbolischer Erfahrung (hohe Abstraktion, Reden,Schreiben und Lesen) wie in der folgenden Abbildung dargestellt ist.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;                              &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font size="2"&gt;Abb. 1: Erfahrungskegel nach Dale (1954),zitiert nach Tulodziecki(1997 S. 57)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Die Anschaulichkeitwird in dieser Abbildung nach der Art der Sinneserfahrung geordnet, und zwarnach direkten Erfahrungen, bildhaften bzw. ikonischen Erfahrungen undsymbolischen Erfahrungen. Insgesamt und innerhalb dieser drei Gruppen werdendie Erfahrungs-m&amp;#246;glichkeiten nach dem Grad der Sinnesbeteiligung klassifiziert.Diese Klassifikation wird mit verschiedenen Lernformen in Verbindung gebracht. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Entsprechend der Begr&amp;#252;ndung derp&amp;#228;dagogischen Psychologie und didaktischer Funktion kann die Anschaulichkeitdurch drei verschiedenen Arten erreicht werden, wo jede Form denAbstraktionsgrad beschreibt (vgl. Hortsch2008, S. 31 und Klein 1961, S.139):&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;a.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Gegenst&amp;#228;ndlichen Aneignungsgegenstand &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Die Sch&amp;#252;lernehmen die Erscheinungen unmittelbar in der Realit&amp;#228;t, zum Beispiel in denverschiedenen Formen ihrer praktischen T&amp;#228;tigkeit, oder mittelbar an Lehr- undLernmitteln wahr. Dazu geh&amp;#246;rt selbst erlebte Wirklichkeit, aufgesuchteWirklichkeit, demonstrierte Wirklichkeit.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;b.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Vergegenst&amp;#228;ndlichten Aneignungsgegenstand &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;DieErscheinungen werden an der nachgebildeten Wirklichkeit eingehend mit Modelle,bildliche Darstellungen oder Schemata vorgenommen. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;c.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Begrifflich-abstakten Aneignungsgegenstand &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Die Sch&amp;#252;lererhalten die Gelegenheit zur Wahrnehmung, die jedoch durch sprachlicheErkl&amp;#228;rungen, Hinweise und Fragen des Lehrers erg&amp;#228;nzen wird. Es kann m&amp;#252;ndliche-oder schriftliche Darstellung von Aneignungsgegenst&amp;#228;nden sein.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Nach Nashan R.,Ott. B. (1995, S. 185) ist einUnterricht erst dann anschaulich, wenn die Sch&amp;#252;ler neben demsinnlich-&amp;#228;u&amp;#223;erlichen Erfassen durch das Anschauungsmittel operieren undstrukturieren konnten. Somit unterscheidet man die &amp;#228;u&amp;#223;ere und innere Anschauung.Die &amp;#228;u&amp;#223;ere Anschauung l&amp;#228;sst sich unterteilen in&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;a.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; dieaufgesuchte Wirklichkeit, wie etwaBetriebserkundigungen, Besuch von Messen, Lehrfahrten usw.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;b.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; diehereingeholte Wirklichkeit, wie etwaWerkst&amp;#252;cke, Werkstoffe, Arbeitsmittel, Diagramme, Gebrauchsanweisungen,Unfallverh&amp;#252;tungsvorschriften usw.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;c.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; dienachgeahmte Wirklichkeit, wie etwaModelle, Experimente, Werkst&amp;#228;tten, Labors usw.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;d.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; dieabgebildete Wirklichkeit, wie etwaFilme, Dias, Tonb&amp;#228;nder, technische Zeichnungen, Schemaskizzen, Prospekte usw.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;2.4&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;DidaktischeRegeln zur Realisierung der Anschaulichkeit&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Didaktische Regeln werden zum einzelnen didaktischen Prinzipformuliert, die spezielle einzelne gehende Weise f&amp;#252;r die richtige Gestaltungdes Unterrichts enthalten und dem Lehrer helfen, die didaktisches Prinziprichtig zu befolgen. Zur Realisierung des didaktischen Prinzips derAnschaulichkeit, der Einheit des Konkreten mit dem von ihm Abstrahierten k&amp;#246;nnenwir die folgenden Regeln formulieren(Klein 1961, S. 137):&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;1.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Grundlagejeder denkenden Verarbeitung und Durchdringung von Erscheinungen undBeziehungen der Realit&amp;#228;t, Grundlage jeder Ableitung von Erkenntnissen muss dielebendige Vorstellung der zu duchdenkenden Sachverhalte sein.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;2.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Ohne dassauf sprachliche Erkl&amp;#228;rungen und Schilderungen verzichtet wird, m&amp;#252;ssen dieSch&amp;#252;ler im Unterricht ausreichend Gelegenheit zur Wahrnehmung der zubehandelden Erscheinungen erhalten, damit die notwendigen lebendigenVorstellungen erzeugt werden.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;3.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Wenn dieSch&amp;#252;ler im Unterricht bestimmte Erscheinungen entweder direkt in der Realit&amp;#228;toder an Lehr- und Lernmitteln wahrnehmen sollen, dann ist diese Wahrnehmungdurch Hinweise zu lenken, duch Fragen zu kontrollieren oder duch Erkl&amp;#228;rungen zuerg&amp;#228;nzen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;4.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Die Sch&amp;#252;lerd&amp;#252;rfen nicht bei den lebendigen Vorstellungen stehenbleiben, sondern sie sindzur gadanklichen Durchdringung der Erscheinungen zu f&amp;#252;hren, damit sie das Wesender Erscheinungen erkennen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;5.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Die Lehr-und Lernmittel sind im Unterricht so zu verwenden, dass die Sch&amp;#252;ler von einembestimmten Zeitpunkt an die entsprechenden Vorstellungen auch ohne Lehr- undLernmittel reproduzieren k&amp;#246;nnen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160; &lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;3.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Darstellung der Beobachtungen&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;In den beobachteten Unterrichtenbem&amp;#252;hte sich der Lehrer durch die Veranschaulichung, einen Lerninhalt soaufzubereiten, dass die Vorstellungsf&amp;#228;higkeit des Sch&amp;#252;lers unterst&amp;#252;tzt wird, umzur Begriffsbildung zu gelangen. DieUnterrichten vom Lehrer besa&amp;#223; die Anschaulichkeit, weil die Methodik desLehrers die entwicklungsbedingte Wahrnehmungsf&amp;#228;higkeit des Sch&amp;#252;lers ber&amp;#252;cksichtigtund Hilfestellungen zu denkenden Auseinandersetzung bieten kann. DieAnschaulichkeit des Unterrichts h&amp;#228;ngt also in hohem Ma&amp;#223;e vom didaktisch-methodischenGeschick des Lehrers ab. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Als Veranschaulichungsformen imUnterricht sehen wir in der vom Lehrer verwendeten Sprache und in Medien. DieSprache ist das grundlegende Medium des Unterrichts. Sie dient als Vermittlervon Informationen und muss unterschiedliche Voraussetzungen erf&amp;#252;llen, damit sieAnschaulichkeit bekommt. Eine entscheidende Vorbedingung&amp;#160; zur Bew&amp;#228;ltigung von Sachverhalten ist dieAnschaulichkeit der Sprache, die immer in Abh&amp;#228;ngigkeit des Adressaten gesehenwerden muss. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;In der Sprache verwendete der Lehrerverbale Kommunikation (quantitativ bedeutsamstes Anschauungsmittel imUnterricht, da jede Aktion versprachlicht werden muss), rein verbale Mittel(Metaphern, Vergleiche), paralinguistische Mittel (Lautst&amp;#228;rke, Sprechtempo, Artikulation)und nonverbale Kommunikation wie K&amp;#246;rpersprache (Gestik und Mimik).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Die Anschaulichkeit der Sprachereicht oft nicht aus, um Lerngegenst&amp;#228;nde anschaulich zu vermitteln. Deswegengibt es noch andere anschauliche Darbietungsformen. Um der h&amp;#246;chste Grad derAnschaulichkeit zu erreichen, konnte der Sch&amp;#252;ler den Unterrichtsgegenstand inseiner Orginalit&amp;#228;t erfahren. Wodurch die Erkenntnisbildung, die Anwendung undder Transfer erleichtert wird. Die orginale Begegnung wurde durchUnterrichtsmedien ersetzt, wenn eine direkte Veranschaulichung nicht m&amp;#246;glichist. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Der Lehrer w&amp;#228;hlte f&amp;#252;r seinen Unterrichtgeeignete Objekte, Materialien, Medien und Arbeitsmittel je nach Fachbereichaus, die den Unterrichtserfolg erm&amp;#246;glichen. z.B. Medien (Tafel, OHP, Modelle,Versuche)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Um die Ergebnisse derBeobachtungen im Einzelnen darzulegen, sollen wir einige Beispiel derRealisierung von Anschaulichkeit im verschiedenen Unterricht klarmachen undzwar:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;3.1&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;DieAnschaulichkeit im Unterricht der Bauausbildung (z.B. Maler und Lackierer)&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Im Unterricht vom Bereich Maler und Lackierer versuchte derLehrer dem Prinzip der Anschaulichkeit gerecht zu werden durch: Direktezielbewu&amp;#223;te Erfahrung, gut strukturierte und visuell ansprechende OH-Folien, verst&amp;#228;ndlichund klar formulierte und aufbereitete Arbeitsbl&amp;#228;tter und farblich unterst&amp;#252;tzteTafelbilder. Daf&amp;#252;r geht Anschauung aus von &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Objekten,Gegenst&amp;#228;nden (z.B. Holzarten, Innenr&amp;#228;ume, Schaufenster, Fahrzeuge) und istdreidimensional.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Abbilder vonObjekten, Gegenst&amp;#228;nden (z.B. Bilder, Skizzen, Zeichnungen) und istzweidimensional und&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Sprachliche,sysmbolische Darstellung von Objekten, Gegenst&amp;#228;nden und ist eindimensional.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Konkrete Objekte in Gestaltung haben unbedingte Priorit&amp;#228;t, um &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;die architektonische Dimensionen, Gliederungen, Bausteile zuerfassen&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Die forhandenen Farb (Form-, Schrift-) gestaltungen einzusehen undkritisch zu begutachten&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Die Stilrichtung von Geb&amp;#228;uden und Automarken (Modelle) zu erkennen&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Den Grundsatz der Authenzit&amp;#228;t einzul&amp;#246;sen und &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Gestaltung anschaulicher, d.h. lebendiger, authentischer undbegreifbarer zu machen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;3.2&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;DieAnschaulichkeit im technischen Unterricht (z.B. Kfz-Machatronik)&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Der Unterricht von Kfz-Mechatronik wurde direkt im Werkstatt und waranschaulich. Die Sch&amp;#252;ler nahmen die Erscheinungen unmittelbar in den verschiedenenFormen ihrer praktischen T&amp;#228;tigkeit und mittelbar an Lehr- und Lernmitteln wahr.Der Lehrer erkl&amp;#228;rte den Aneignungsgegenstand Schritt f&amp;#252;r Schritt, beachtete dieWahrnehmungsf&amp;#228;higkeit der Sch&amp;#252;ler und verwendete die Anschauungsmittels. Ersetzte auch genaue Unterrichtsmethode in die Tat um. Zum Beispiel im Unterricht&amp;#252;ber das Thema Messung der Spannung (Elektrische Gr&amp;#246;&amp;#223;en) stellte der Lehrer amAnfang kleine Fragen, danach erkl&amp;#228;rte mit der richtigen Theorie. Dazuerreichten die Sch&amp;#252;ler die Anschaulichkeit durch die Sprache von Lehrer(Begrifflich-abstakten Aneignungsgegenstand). Zur Erkl&amp;#228;rung einesAneignungsgegenstandes werden die Erscheinungen an der nachgebildetenWirklichkeit eingehend mit Modelle, bildliche Darstellungen und Schemata vorgenommen (Vergegenst&amp;#228;ndlichtenAneignungsgegenstand). Hier vier verschiedenen Spannungsmessger&amp;#228;te wurdenbenutzt und die Sch&amp;#252;ler erlebten selbst, wie mit dieser Ger&amp;#228;te elektrischeGr&amp;#246;&amp;#223;en messen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;3.3&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Die Anschaulichkeit imnaturwissenschaftlichen Unterricht (z.B. Chemie)&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;In der Chemiestunde war dieAnschaulichkeit vorhanden als Wahrnehmen, Beobachten und selbstt&amp;#228;tigesExperimentieren der Sch&amp;#252;ler, als Vergleichen, Unterscheiden, Benennen und inanderen Formen des abstrahierenden Denkens. Der Unterricht wurde im Chemielabordurchgef&amp;#252;hrt und die Sch&amp;#252;ler erworben eine unmittelbare Erfahrung im Umgang mitdem Anegignungsgegenstand. Interaktive Arbeitsbl&amp;#228;tter und 3D-Animationenerh&amp;#246;hen die Anschaulichkeit des Unterrichts. Viele Unterrichtsthemen lassensich mithilfe von interaktiven Arbeitsbl&amp;#228;ttern oder Animationen anschaulicherund damit begreifbarer machen. Der Einsatz von 3D-Animationen erh&amp;#246;ht dieAnschaulichkeit und unterst&amp;#252;tzt die Visualisierung chemiesche Probleme.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Zur Anschaulichkeit dieserUnterrichtstunde geh&amp;#246;rte auch das Tafelbild, das die Ergebnisse klarzusammenfasste. Ebenso wichtig ist auch der Hinweis, dass der Lehrer in dieserStunde wenig redete, aber durch sparsame, klare und bestimmte Fragen undImpulse die Anschaulichkeit des Unterrichts immer wieder f&amp;#246;rderte, dieAufmerksamkeit der Sch&amp;#252;lerwachhielt und ihre Selbstt&amp;#228;tigkeit anregte.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Nach der Beobachtungen vonUnterrichtsstunde, Gespr&amp;#228;ch mit den Lehrenden und Analyse derUnterrichtsvorbereitungen durchgef&amp;#252;hrt wurde, finde ich dann heraus, dass dieAnschaulichkeit mehr als ein didaktisches Prinzip ist. Sie ist nicht nur imBildungsvorgang des Unterrichts, sondern in allen p&amp;#228;dagogischen Bereichenwirksam ist. Sie spielt in der schulischen und auch au&amp;#223;erschulischen Ausbildungeine gro&amp;#223;e Rolle. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Im Unterricht der beruflichen Ausbildungsetzte der Lehrer die M&amp;#246;glichkeiten der Veranschaulichung wie im von Dalebeschriebenen Erfahrungskegel um. Dieser zeigt drei Ebenen: diehandlungsbezogene, die bildliche und die symbolische Ebene.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; In der handlungsbezogeneEbene wird die komplexe Wirklichkeit zu einer einfacheren, nachgebildetenWirklichkeit umgestaltet. z. B. durch Rollen- oder Planspielen (Simulationen). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; In der bildlichenEbene werden Realsituationen durch optische und/oder akustische Mediendargestellt. Sie ist wirklichkeitsfremder und abstrakter.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;-&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Die Darstellungvon Symbolen ist die dritte Ebene, sie wird in der Sprache, in Zahlen- undZeichensystemen vorgefunden.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;4.&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;Auswertung&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Es versteht sich von allein, dassUnterricht in der Berufsschule konkrete Gegenst&amp;#228;nde vor Bilder (auchArbeitsbl&amp;#228;tter, Zeichnungen, Skizzen) und Handlungen vor Symbolen setzt. Dash&amp;#228;ufigste im Unterricht verwendete Medium zur Veranschaulichung ist dieSprache.&amp;#160; Hier muss aber der Prozess derVeranschaulichung und das Ergebnis kritisch reflektiert werden, da dieErkl&amp;#228;rungen des Lehrers bei jedem Sch&amp;#252;ler auf einen anderenErfahrungshintergrund treffen und andere Assoziationen hervorrufen k&amp;#246;nnen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Unterrichtsmaterialien ersetzenreale Begegnungen z.B. sachliche Gegebenheiten, die aufgrund ihrer Kleinheitnicht direkt beobachtbar sind (vergr&amp;#246;&amp;#223;erte Modelle), Bewegungsabl&amp;#228;ufe, welchein der direkten Beobachtung nicht erkennbar sind, Zusammenh&amp;#228;nge, die in derRealit&amp;#228;t nicht &amp;#252;berschaubar sind (Schemata, Modelle,&amp;#8230;;)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Diejenigen Medien weisen dieh&amp;#246;chste Anschaulichkeit auf, die den realen Gegenstand unmittelbar repr&amp;#228;sentieren.Die zur Veranschaulichung genutzen Medien, vor allem Informationstr&amp;#228;ger k&amp;#246;nnenzur Sachverf&amp;#228;lschung oder Sachverzerrung f&amp;#252;hren.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Anschaulichkeit der Darstellungund Anschauung als Ergebnis der didaktisch-methodischen Entscheidungen helfendem Sch&amp;#252;ler mit allen Sinnen zu lernen. Bei einigen Lerngegenst&amp;#228;nden st&amp;#246;sstaber die Veranschaulichung an ihre Grenzen, &amp;#8222;da unsere herk&amp;#246;mmlichenSinnesorgane in einem von der Technik beherrschten Leben heute nicht mehrausreichen&amp;#8220;. Da sich die Kindheit ver&amp;#228;ndert hat, gehen wichtigePrim&amp;#228;rerfahrungen verloren bzw. werden durch neue ersetzt. Dies ist bei derUnterrichtsplanung- und vorbereitung zur ber&amp;#252;cksichtigen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font size="2"&gt;-*-&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;Literaturverzeichnis&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Hortsch, H. : Didaktik der BerufsausbildungMerkbl&amp;#228;tter. Dresden: SFPS-Wissenschaftlicher Fachverlag, 2008 &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Huber, H.: Fachtheorie und Fachpraxis in derBerufsschule, in: Prof. Dr. Schorb (Hrsg.): Wege zum Beruf. M&amp;#252;nchen:TR-Verlagsunion, 1983&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Kaiser, H.; Lange, W.: Prinzip derAnschaulichkeit. Berlin: Volk und Wissen Volkseigener Verlag, 1953&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Klein, H.: Didaktische Prinzipien undRegeln. Berlin: Volk und Wissen Volkseigener Verlag, 1961&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Nashan R.; Ott. B.: Unterrichtspraxis Metalltechnik,Maschinentechnik. Bonn: D&amp;#252;mmler, 1995&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Pietrzyk, U.: Psychologie des Lernen. Biologische undPsychologische Grundlagen des Lernens. Fakult&amp;#228;t Mathematik undNaturwissenschaften, Fachrichtung Psychologie. TU Dresden, 2009 &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Scholze,&amp;#160;Friedrich T.: DieAnschaulichkeit in der Erziehung und im Unterricht. Berlin: Volk und WissenVolkseigener Verlag, 1956&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Tulodziecki, G.: Medien in Erziehung und Bildung.Grundlagen und Beispiele einer handlungs- und entwicklungsorientiertenMedienp&amp;#228;dagogik. Bad Heilbrunn: Klinkhardt, 1997&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;</description>
				<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 20:52:00 +0000</pubDate>
				<guid>http://desya.webs.com/apps/blog/show/2292385</guid>
			</item>
			<item>
				<title>Themenzentrierte Interaktion in ihrer Nutzung f?r Gruppenarbeit, vor allem in der beruflichen Bildung</title>
				<author><name>desya</name></author>
				<link>http://desya.webs.com/apps/blog/show/1740255</link>
				<description>&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;i&gt;von Dede Syaehumishbah, Xingyuan Tong, Rita Maruanaya&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;1. Charakterisierung des TZI Konzepts&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;br/&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;1.1 Einf&amp;#252;hrung&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Der Begriff Themenzentrierte Interaktion (TZI) verweist auf das Prinzip, dass jede Gruppeunter einem bestimmten, explizit genannten Thema steht und sich damit besch&amp;#228;ftigt[1]. NachRuth Cohn ist die TZI ein p&amp;#228;dagogisch-therapeutisches Gruppenkonzept[2]. Es ist in den 60er Jahren entstanden aus den Erfahrungen und Erkenntnissen derPsychoanalyse, der Gruppendynamik und der Erlebnistherapie. TZI f&amp;#252;hrt von einerTherapie f&amp;#252;r wenige hin zu einer P&amp;#228;dagogik f&amp;#252;r viele und bietet ein Modell, umin Gruppen und Gremien eine lebendige und erfolgreiche Zusammenarbeit in gegenseitiger Wertsch&amp;#228;tzung zu f&amp;#246;rdern. TZI will lebendiges Lernen in einer Gruppe m&amp;#246;glich machen. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Das Besondere der TZI ist, dass sie nicht den Charakter des Frontalunterrichtens hat, sondern die Gruppen- und Lernprozesse sollen teilnehmerorientiert und interaktionell verlaufen. Es ist ein ganzheitlicher Ansatz, in dem thematisch-sachbezogenes Arbeiten mit menschenw&amp;#252;rdigen Umgangsformen in der Kommunikation und Interaktion verbunden wird. In dieser Form der Gruppenarbeit spielen also Inhalt und Beziehung, die Sach- und die Beziehungsebene in jeder Phase des Prozesses eine Rolle.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;TZI versucht also, den rein sachbezogenen Lernprozess des Frontalunterrichtens durch Inbezugnahme der einzelnen Personen, ihrer Verbindungen und ihres Umfeldes zu einem ganzheitlichen Prozess zu gestalten. Um diese Ganzheit desLern- oder Arbeitsprozesses anschaulich zu machen, gibt es f&amp;#252;r das TZI Modellein Symbol, das Dreieck in der Kugel (Langmaack 2001, S. 49):&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font size="2"&gt;Abb.1:Strukturmodellder TZI&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;EineGruppe wird hier also in vier Dimensionen betrachtet, diese vier Faktorenbestimmen jeden Gruppenprozess:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;ICH&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &amp;#160;     : F&amp;#228;higkeiten, Verhalten und Pers&amp;#246;nlichkeit eines Gruppenmitglieds&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;WIR     &amp;#160;&amp;#160; &amp;#160;&amp;#160;: Interaktion, Kommunikation, Kultur und     Dynamik der Gruppe&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;THEMA     : Anliegen, Auftrag, Sache, Ziele der Arbeit&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;GLOBE     : Umfeld in sozialer, &amp;#246;kologischer, &amp;#246;konomischer, technischer, r&amp;#228;umlicher,     zeitlicher Hinsicht.&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;DiesesDreieck symbolisiert sowohl den ethischen Hintergrund, als auch die Methodikvon TZI-Prozessen. TZI beruht auf der Hypothese, dass jede Person (ICH), dieInteraktion der Gruppe (WIR) und die Arbeit an einer Aufgabe (THEMA, ES) alsgleichwertig angesehen werden sollen und der gegenseitige Einfluss von Gruppeund Umfeld beachtet werden muss. Die drei Pole des Dreiecks stehen also inst&amp;#228;ndiger Beziehung zueinander und auch in Beziehung zum Umfeld desGruppenprozesses, dem sogenannten GLOBE. Sie sind interdependent, sie existieren in gegenseitiger Abh&amp;#228;ngigkeit.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;ImKonzept der Themenzentrierten Interaktion wird davon ausgegangen, dass Lernenund Arbeiten in Gruppen dann f&amp;#252;r alle Gruppenmitglieder am effektivsten ist,wenn sich die Pole des Ich-Wir-Themen-Dreiecks in einem Gleichgewicht befinden.Nur dann ist lebendiges Lernenm&amp;#246;glich. Es ist die Aufgabe der Gruppenleitung, diese Balance zu wahren. Dazumuss das Dreieck in der Kugel immer wieder neu reflektiert und darauf geachtetwerden, dass der Gruppenprozess immer wieder ins Gleichgewicht aller Polezur&amp;#252;ckgef&amp;#252;hrt wird.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;DiesesGleichgewicht stellt sich als eine dynamischeBalance dar. Dynamisch hei&amp;#223;t, dass ein ausgewogener Zustand immer nurvor&amp;#252;bergehend erreicht wird und immer wieder neu angestrebt werden muss. AmAnfang der TZI-Durchf&amp;#252;hrung f&amp;#252;hren die vier Dimensionen zum Beispiel zufolgenden Fragen :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;ICH : &amp;#160; Was     bringe ich mit, was f&amp;#252;r das Gelingen f&amp;#246;rderlich sein kann? Wastrage ich bei?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;WIR :  Wann     und wodurch wird miteinander lernen f&amp;#252;r mich / uns f&amp;#246;rderlich? Wann?&amp;#160; Macht esSpa&amp;#223;?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;THEMA : Was sind meine Anliegen? &amp;#160;Was sind eigene und gemeinsame (Lern-) Ziele?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;GLOBE     : Was sind hinderliche / f&amp;#246;rderliche Rahmenbedingungen, die uns beeinflussen?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Durchdiese ganzheitliche Herangehensweise, die durch das Dreieck in der Kugelsymbolisiert wird, bekommt ein TZI-Gruppenprozess - sofern es gelingt, diedynamische Balance zu halten - u.a. folgende Eigenschaften:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Den Teilnehmenden wird gemeinsam klar, an was sie mit     welcher Zielsetzung arbeiten. Es gibt immer ein gemeinsames Thema,     Anliegen. Es kann ein starkes Wir-Gef&amp;#252;hl entstehen, das die Zusammenarbeit     f&amp;#246;rdert.Der Gruppenprozess unterliegt der     Verantwortung aller Personen in der Gruppe.Die Teilnehmenden k&amp;#246;nnen ihre     pers&amp;#246;nlichen Energien freisetzen und einbringen. So kann die einzelne     Person sich selbst im Gruppenprozess wiederfinden. Eigene W&amp;#252;nsche und     Vorstellungen k&amp;#246;nnen leichter eingebracht werden.Emotionale Bez&amp;#252;ge und bisherige     Erfahrungen des Einzelnen oder der Gruppe gehen in die Diskussion und die     Ausgestaltung der L&amp;#246;sung mit ein. Dies f&amp;#252;hrt zu einer st&amp;#228;rkeren Akzeptanz     und einem engagierteren Mitttragen der Gruppenarbeit und der Arbeitsziele.Die Interaktion untereinander ist auch     Gegenstand des Lernens und der Reflexion. (Ganzheitlichkeit)Die relevanten Bed&amp;#252;rfnisse des Umfelds     (GLOBE) werden ber&amp;#252;cksichtigt und das Ergebnis der Arbeit kann wesentlich     leichter in ihr umgesetzt werden.Es k&amp;#246;nnen pers&amp;#246;nliche Grenzen und     Grenzen in der Gruppendynamik bewusst werden. &amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;1.2Axiome der TZI&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Umeine kommunizierbare Grundlage f&amp;#252;r die fundamentale Sinn- und Wertorientierungaller Arbeitsprozesse zu schaffen, hat die TZI drei Axiome. Sie sind untrennbar miteinander verbunden (Ruth Cohn1991, S.120):&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;1.Das erste Axiom ("existenziell-anthropologisches Axiom"):&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;?Der Mensch ist eine psycho-biologische Einheit, ein Teildes Universums, darum autonom und interdependent".&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Andersformuliert: Ich gewinne an Autonomie, je mehr ich die Welt bewusst in mich einlasse und mir &amp;#252;berihre Zusammenh&amp;#228;nge im Klaren bin. Wenn ich mir die reale Situation, einschlie&amp;#223;lichder F&amp;#228;higkeiten, Probleme, Konflikte und Abh&amp;#228;ngigkeiten der Teilnehmer einerGruppe bewusst mache, habe ich mehr M&amp;#246;glichkeiten, mich und meine Werte undZiele realistisch zu vertreten, als wenn ich unbek&amp;#252;mmert draufloshandle. Esgeht also darum, ein m&amp;#246;glichst realit&amp;#228;tsangemessenes Bild von dem situativenFeld und von den Charakteren und Beziehungen der Menschen in der Gruppe zuentwerfen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;2.Das zweite Axiom ("philosophisch-ethisches Axiom") :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;?Ehrfurcht geb&amp;#252;hrt allem Lebendigen und seinem Wachstum. Respektvor dem Wachstum bedingt bewertende Entscheidungen. Das Humane ist wertvoll,Inhumanes wertbedrohend?.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Humanzu sein bedeutet zum Beispiel, keine Lebewesen zu qu&amp;#228;len oder zu t&amp;#246;ten. AllesInhumane ist lebensbedrohend, wobei sich diese Bedrohung auch auf dasVernachl&amp;#228;ssigen, Unterdr&amp;#252;cken oder Abt&amp;#246;ten von seelischen, geistigen undzwischenmenschlichen F&amp;#228;higkeiten bezieht. Der Respekt vor allen &amp;#196;u&amp;#223;erungen desLebens ist die Grundlage f&amp;#252;r alles Wachstum und so auch f&amp;#252;r das Lernen undmiteinander arbeiten.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;3.Das dritte Axiom ("pragmatisch-politisches Axiom") :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;?FreieEntscheidung geschieht innerhalb bedingenden innerer und &amp;#228;u&amp;#223;erer Grenzen. Erweiterungdieser Grenzen ist m&amp;#246;glich?.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;DiesesAxiom weist auf die Verzahnung des Innen und Au&amp;#223;en hin. Es sind hier die grundlegendendemokratisch-politischen Aspekte des TZI-Systems formuliert, die das erste undzweite Axiom erg&amp;#228;nzen. In jeder existentiellen, konkreten und aktuellenSituation sind diese inneren und &amp;#228;u&amp;#223;eren Grenzen wirksam, entscheidend ist,dass sie ver&amp;#228;nderbar sind.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;1.3 Postulate der TZI&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Ausdiesen drei Axiomen ergeben sich dieexistentiellen Postulate der TZI. Diese Forderungen sprechen aus, wiedie Axiome im pers&amp;#246;nlichen Leben und im Gruppenleben verwirklicht werdensollen. Sie sind die methodischen Grundregeln der Interaktion in einerTZI-Gruppe. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;1.&amp;#160; ?Sei dein eigener Chairman?[3] (Ruth Cohn 1991,S.121)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Diesbedeutet:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;sei dir deiner inneren Gegebenheiten und     deines Umfelds in jedem Augenblick bewusstnimm jede Situation als Angebot f&amp;#252;r     deine Entscheidungennimm und gib, wie du es verantwortlich     f&amp;#252;r dich selbst und andere willst. DiesesPostulat fordert dazu auf:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;im st&amp;#228;ndigen Wechselspiel nach innen und     nach au&amp;#223;en zu sehen. Dieses zweifache Hinschauen verhindert Egoismus, der     den anderen vergisst, oder eine Helferhaltung, die sich selbst vergisst.immer auf dem Lernweg zu sein, also mit     dem Geiste eines Anf&amp;#228;ngers zu arbeiten und die Bereitschaft zu haben, sich     zu &amp;#228;ndernvolle Selbstverantwortung f&amp;#252;r die     eigenen Gedanken, Entscheidungen und Handlungen zu &amp;#252;bernehmen. Dies     beinhaltet auch die Feststellung, dass der Mensch sich immer entscheiden muss. &amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;2.&amp;#160; ?St&amp;#246;rungenhaben Vorrang? (Ruth Cohn 1991, S.121)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;St&amp;#246;rungenund Betroffenheiten sind eine Realit&amp;#228;t, die Respekt verdient und Vorrang hat. Dennwenn St&amp;#246;rfaktoren nicht gel&amp;#246;st werden, wird der Gruppenprozess und das pers&amp;#246;nlicheWachstum verhindert oder erschwert. St&amp;#246;rungen k&amp;#246;nnen z.B. sein L&amp;#228;rm, Schmerz, Angst,pers&amp;#246;nliche emotionale Betroffenheit oder unausgesprochene Interessen und Widerst&amp;#228;nde.Dieses Postulat h&amp;#228;ngt mit dem ersten Postulat eng zusammen. Es fordert dazuauf, sich die Zeit zu nehmen, bewusst zu sp&amp;#252;ren wie die aktuelle Situation sichdarstellt. Die eigenen und die Emotionen oder St&amp;#246;rungen der Gruppenmitgliedersollen akzeptiert und ernst genommen, zur Sprache gebracht, thematisiert undgemeinsam gel&amp;#246;st werden, anstatt sie beiseite zu schieben, damit ihre Energienicht unterschwellig unerwartete Auswirkungen hat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;1.4TZI-Hilfsregeln&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;DieTZI-Hilfsregeln sind Kommunikationshilfen und Interventionstechniken, die denUmgang mit den Axiomen und Postulaten unterst&amp;#252;tzen bzw. sie praktischhandhabbar machen sollen. Sie sind keine dogmatischen Verhaltensregeln, sondernsollen hilfreiche M&amp;#246;glichkeiten anbieten, um in Gruppensituationen bewusst zuhandeln.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;"Wenn du eineFrage stellst, sage, warum du fragst und was deine Frage f&amp;#252;r dich bedeutet. Sagef&amp;#252;r dich selbst und vermeide das Interview." (Ruth Cohn 1991,S.124)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Begr&amp;#252;ndung:Fragen k&amp;#246;nnen so nicht mehr als inquisitorische Machtk&amp;#228;mpfe verstanden werden.Eigene Aussagen, Gedanken und Interaktionen inspirieren den pers&amp;#246;nlichen undsachlichen Austausch.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;"Sei authentischund selektiv in deinen Kommunikationen. Mache dir bewusst, was du denkst und f&amp;#252;hlst,und w&amp;#228;hle, &amp;#160;was du sagst und tust." (Ruth Cohn 1991,S.125)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Begr&amp;#252;ndung:Wenn ich alles ungefiltert sage, beachte ich nicht die Vertrauensbereitschaftund Verst&amp;#228;ndnisf&amp;#228;higkeit der Menschen. Wenn ich l&amp;#252;ge oder manipuliere,verhindere ich Ann&amp;#228;herung und Kooperation. Wenn ich selektiv und authentischbin, beg&amp;#252;nstige ich Vertrauen und Verst&amp;#228;ndnis. Wenn erst einmal Vertrauengeschaffen ist, wird die Filterung zunehmend &amp;#252;berfl&amp;#252;ssig.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;"Halte dich mitInterpretationen von anderen so lange wie m&amp;#246;glich zur&amp;#252;ck. Sprich statt dessendeine pers&amp;#246;nlichen Reaktionen aus." (Ruth Cohn 1991, S.125)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Begr&amp;#252;ndung:Nicht-interpretative, direkte pers&amp;#246;nliche Reaktionen auf das Verhalten andererf&amp;#252;hren zu spontaner Interaktion. Wenn sie taktvoll ausgesprochen werden,f&amp;#246;rdern sie ein authentisches Miteinander.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;"Seizur&amp;#252;ckhaltend mit Verallgemeinerungen" (Ruth Cohn 1991,S.126)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Begr&amp;#252;ndung:Verallgemeinernde Aussagen haben potenziell die Eigenschaft, den Gruppenprozesszu unterbrechen und auf eine kognitive Metaebene zu f&amp;#252;hren, die nichts mehr mitden Teilnehmern selbst zu tun hat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;1.5 TZI in der beruflichen Bildung&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;TZI ist ein Gruppenmodell, das Ruth Cohn entwickelte, um das Lernen und Arbeiten inGruppen zu erleichtern. Die Bereiche der Anwendung von TZI sind &amp;#228;u&amp;#223;erstvielf&amp;#228;ltig. Nach L&amp;#246;hmer ist es eines der in Europa am meisten angewendetenVerfahren im Bereich der Humanistischen Psychologie und P&amp;#228;dagogik. Zum Einsatzkommt es &amp;#252;berwiegend in der Aus- und Weiterbildung von Fachkr&amp;#228;ften inP&amp;#228;dagogik, Psychotherapie, Psychologie, Supervision, Organisationsberatungsowie in den Bereichen Politik, Wirtschaft, Verwaltung und Kirche. Kurz gesagtkann TZI &amp;#252;berall dort eingesetzt werden, wo Menschen miteinander in Kontaktstehen und deren Themen den humanistischen Werten der TZI nicht widersprechen[4].&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Inden Zusammenh&amp;#228;ngen beruflicher Bildung sind die Orientierungen am Thema, demLerngegenstand, oder dem Arbeitsauftrag &amp;#252;blicherweise dominant. Ist dasLernziel eine gelungene Vorbereitung einer Gruppe von Auszubildenden auf eineneue Arbeitssituation, die sie als Gruppe betrifft, so kommt der Gestaltung derLernsituation eine hohe Bedeutung f&amp;#252;r die Entwicklung der Gruppe im weiterenProze&amp;#223; sowie ihre weitere Gestaltung von gemeinsamen Arbeiten und Lernen zu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Das heute &amp;#252;bliche Bild der beruflichen Bildung geht von einer mechanistischenBildungsauffassung aus. Dieser Auffassung liegt die Annahme zugrunde, dass dieLernenden durch externe Impulse ihre kognitiven, affektiven sowiepsychomotorischen F&amp;#228;higkeiten und Anlagen &amp;#228;ndern und verbessern. K&amp;#246;sel/D&amp;#252;rr beschreibenden Lehrenden als eine Person, die au&amp;#223;erhalb des Systems der Lernenden steht[5]. Erhilft den Lernenden mit verschiedenen Unterrichtsmethoden zu lernen. In derberuflichen Bildung sind Diskussion, Rollenspiel, Projectarbeit, Gruppenarbeitund andere Unterrichtsmethode mit dem TZI-Konzept geeignet. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;2. Konsequenzen der Nutzung von TZI&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;2.1 Vorteile&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;a. Verbesserung der Kommunikation undGruppenatmosph&amp;#228;re&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Themenzentrierte Interaktion geht um die Weise, wie dieGruppenmitglieder miteinander kommunizieren. In der TZI macht die Beachtung desSprachgebrauchs einen erheblichen Anteil aus. Dies ist in den Hilfsregelnfestgahalten, die ganz klar Hinweise f&amp;#252;r sprachliche Formulierung geben und dieInteraktion in einer Gruppe g&amp;#252;nstig beeinflussen. Wer diese Regeln befolgt,kann achtsamer miteinander umgehen. z.B: &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;?Sprich per ichanstatt per man oder per wir.?[6]&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Nach Ruth Cohns Meinung soll man bei der Gruppenarbeitimmer nur von sich selbst sprechen, also in der Ich-Form. Dieverallgemeinernden Redewendungen verhindern den Gruppenprozess, weil derSprecher sich hinter der &amp;#246;ffentlichen Meinung versteckt und nicht die volleSelbstverantwortung f&amp;#252;r eigene Aussagen &amp;#252;bernimmt. Die TZI-Regeln f&amp;#246;rdernTransparenz, Verst&amp;#228;ndnis und Vertrauen, schaffen eine akzeptierendeGruppenatmosph&amp;#228;re und Raum f&amp;#252;r unterschiedliche Wahrnehmungen und Meinungen. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;?TZI-Regeln sindAngebote zu direkter und offener Kommunikation.?[7]&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Die TZI-Regeln lassen sich nicht separat anwenden. Sie?korrespondieren mit den Postulaten?, besonders das zweite Postulat. ?St&amp;#246;rungenh&amp;#228;ngen in vielen F&amp;#228;llen mit Problemen zusammen.? ?Das Nichtbeachten vonSt&amp;#246;rungen hat oft schwerwiegende Folgen.?[8]Infolge der Anwendung der Postulate werden die Gefahren vonKommunikationsst&amp;#246;rungen vermieden.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Die Verbesserung der Kommunikation in einemGruppenporzess wird auch wesentlich durch die dynamische Balance der dreiFaktoren-ICH, WIR und ES- determiniert. Kommuniktionsprobleme k&amp;#246;nnen auftreten,wenn eine Person oder die Gruppe nicht &amp;#252;ber das Thema sprechen oder ein Themaohne Ber&amp;#252;cksichtigung von Bed&amp;#252;rfnissen oder Befindlichkeiten von Einzelnen oderder Gruppe diskutiert wird. Das Strukturdreieck gew&amp;#228;hrleistet dieBer&amp;#252;cksichtigung der Wertvorstellungen der Gruppen und deren Interessen derTeilnehmer. Gleichzeitig garantiert es auch den Fokus der Aufmerksamkeit f&amp;#252;r dasThema. Au&amp;#223;erdem kann ein starkes Wir-Gef&amp;#252;hl entstehen und den Gruppenmitgliederwird gemeinsam klar, an was sie mit welcher Zielsetzung arbeiten.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;b. F&amp;#246;rderungder Gruppenzusammenarbeit&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;TZI-Modell bietet eine M&amp;#246;glichkeit, ?Gruppen effizient zuorganisieren und arbeitsf&amp;#228;hig zu machen?[9]. Erstens f&amp;#246;rdert TZI Kooperation. DieKooperation ist immer im unmittelbaren Zusammenhang mit Kommunikation. In demoberen habe ich schon erkl&amp;#228;rt, dass mit der Hilfe von TZI eine offene,transparente und vertrauensvolle Kommunikationatmosph&amp;#228;re innerhalb der Gruppegeschafft wird. Das f&amp;#252;hrt zu eine effiziente Zusammenarbeit in Gruppen. DasStrukturdreieck bringt den Menschen die ?personelle, interpersonelle undthematische Zusammenh&amp;#228;nge? [10] insBewusstsein. Mit dieser Sichtweise werden Interessen und Kompetenzen derIndividuen erfahr- und nutzbar gemacht und der soziale Austausch und dieKoodination zwischen den Beteiligten erleichtert. Dann ?ist die Gruppenleistunggr&amp;#246;&amp;#223;er als die Summe der Einzelleistungen?[11].&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Zweitens verbessert TZI die Konfliktbew&amp;#228;ltigung. Dieganzheitliche Sichtweise von TZI bietet eine Unterst&amp;#252;tzung bei der Bew&amp;#228;ltigungvon Konfliktsituationen. Das Ich-Eck ber&amp;#252;cksichtigt Eigenschaften, Bed&amp;#252;rfnisseund Verhaltensweisen jedes Teilnehmenden. Durch die Anwendung des Konzepts kannman die Unterschiede zwischen Gruppenmitgliedern besser akzeptieren. Man wirdtoleranter gegen&amp;#252;ber anderen Teilnehmer. Das Wir-Eck gew&amp;#228;hrleistet einegemeinsame Wertvorstellung, entwickelt Gruppeskultur und verringert Isolation.Ein Thema zu bearbeiten st&amp;#228;rkt ihre Verbindung. Diese drei Faktoren beg&amp;#252;nsigen,die Konflikte effektiv zu l&amp;#246;sen. Au&amp;#223;erdem werden die Konflikterkennung und-bearbeitung schneller und effizienter wegen des zweiten Postulats. DasKonfliktspotenzial wird auch m&amp;#246;glichst niedrig gehalten.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;c.Beitrag zur Pers&amp;#246;nlichketisentwicklung&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;TZI erm&amp;#246;glicht individuelle Entfaltung undSelbstverwirklichung. Ein Wachstum der Pers&amp;#246;nlichkeit ist m&amp;#246;glich, ?wenn dieindividuelle Situation in der Gruppe unterst&amp;#252;tzend, konfrontierend und respektierendbearbeitet wird?[12]. In der TZI-Strukturwerden die Gruppenmitglieder nicht nur als eigenst&amp;#228;ndige Subjekte, sondern auchals Erg&amp;#228;nzung und Hintergrund der Anderen betrachtet. Das ICH-Eck wahrtdie&amp;#160; Individualit&amp;#228;t und unterst&amp;#252;tztsubjektive Lebens&amp;#228;u&amp;#223;erungen und Entwicklung.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Beim Lernen folgen die Lernende normalerweise der eigenenNeugierde. Wenn sie zum Erlernen des Themas gen&amp;#246;tigt werden, f&amp;#252;r das sie keineeigene Motivation aufbringen k&amp;#246;nnen, ist das Lernergebnis immer schlecht.TZI-Konzept versucht, alle Teilnehmer zu motivieren. Das Befinden und dieGef&amp;#252;hle des einzelnen werden beachtet und einbezogen. Das Thema entsteht ausden gemeinsamen Interessen. Diese f&amp;#252;hren zu einem gro&amp;#223;en Engagement und weitereinem guten Lernerfolg. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;?Der Mensch ist einepsychobiologische Einheit. Er ist darum gleichma&amp;#223;en autonom und interdependent.?[13] Daszeigt auf, dass Entwicklung nicht nur durch andere bewirkt werden, sondern manselbst etwas erreicht kann. TZI gibt Lernenden viel Raum zur Selbsterfahrungdurch Postulate und Hilfsregeln. Bei der Pers&amp;#246;nlichkeitsentwicklung spielt daserste Postulat eine wichtige Rolle. Es f&amp;#252;hrt zu einer h&amp;#246;heren Anerkennung dereigenen Verantwortlichkeit im Handeln. Jeder leitet sich selbst in Form seinereigenen ?Chairperson?. Die Teilnehmender k&amp;#246;nnen ihre pers&amp;#246;nlichen Energieneinbringen, sich den Gegenstand selbst erarbeiten und dann innerhalb der GruppeErfahrungen austauschen. So k&amp;#246;nnen an dem Gruppenprozess die individuellenF&amp;#228;higkeiten aller wachsen.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;d.Integration von Sach- und psychosozialer Ebene[14]&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;In dem oberen wird es schon gekl&amp;#228;rt, dass TZI einganzheitliches Konzept ist. Eine St&amp;#228;rke von TZI ist die Integration von Sach-und psychosozialer Ebene. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Viele Leute haben solche Erfahrungen bei derGruppenarbeit, dass oft eine inhaltlich trockene Bearbeitung bestimmter Themendas lebendige Lernen unm&amp;#246;glich macht. Der Grund besteht darin, dass dieSachebene zu sehr im Vordergrund steht. Das geht zu Lasten der individuellenBed&amp;#252;rfnisse und des Gemeinschaftsgef&amp;#252;hl. Das Potential des einzelnen und derGesamtgruppe kann sich nicht entfalten. Im Vergleich dazu kann ein &amp;#220;bergewichtauf Ich- oder Wir-Ebene die Aufgabe behindern.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;F&amp;#252;r eine effektive Gruppenarbeit sollen beide Ebenenausgeglichen sein. ?TZI bietet das didaktische System, in demProzessorientierung, Themen- und Personenf&amp;#246;rderung systematisch gemeinsambetrieben werden.?[15] ImSystem der TZI sind der sachliche und psychosoziale Aspekt unter gleichwertigerBer&amp;#252;cksichtigung. Das Lernstoff wird mit emotional-sozialer Entwicklung verkn&amp;#252;pft.Lernende versuchen, eigenen Zugang zum Thema zu finden und selbst Motivationaufzubringen. Au&amp;#223;erdem garantiert dynamische Balance, dass ein ausgewogeneVerh&amp;#228;ltnis zwischen den zwei Ebenen gehalten wird. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;2.2.Konsequenzen der Nutzung von TZI -Probleme&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;a.Unbekanntheit der TZI&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;F&amp;#252;r eine richtige Nutzung der TZI besteht eineVoraussetzung darin, dass alle Gruppenmitglieder vorher das TZI-Konzept kennenund methodisch handeln zu lernen m&amp;#252;ssen. In der praktischen Gruppenarbeit istdas oft ziemlich schwierig. F&amp;#252;r viele Leute ist das TZI unbekannt. Das f&amp;#252;hrtdazu, dass sie sich schwierig auf die Gruppenarbeit einlassen.Gruppengestaltung und -entiwicklung verlangen die Bereitschaft jederTeilnehmer. Nur wenn alle das TZI-Konzept, besonders die Postulate und Hilfsregeln,verinnerlichen, kann seine St&amp;#228;rken bei des Gruppenprozesses entfaltet werden. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;b.Hoher Zeitaufwand&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Aufgrund der angestrebten Lernprozesse sehr zeitaufwendigsind, was durch die Gruppenarbeit mit der TZI nochmal verst&amp;#228;rkt wird. Am Anfangdes Gruppenprozesses brauchen die Teilnehmer ?eine Eingew&amp;#246;hnungszeit zumVertrautwerden mit der Arbeit nach der TZI-Methode?[16].W&amp;#228;hrend der Arbeitsphase brauchen sie noch mehr Zeit, um offene undtransparente Kommunikation zu schaffen. ?Nicht nur das Erlernen und Ein&amp;#252;benneuer Verhaltensweisen ist zeitaufwendig, sondern auch das Ansetzen an derHaltung?[17]. Ohne gro&amp;#223;en Zeitaufwandist die TZI-Methode unm&amp;#246;glich.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;c.Risiko der Subjektivit&amp;#228;t&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;TZI-Konzept bietet viele M&amp;#246;glichkeiten zurPers&amp;#246;nlickkeitsentwicklung. Gleichzeitig f&amp;#252;hrt es auch zur St&amp;#228;rkung derSubjektivit&amp;#228;t. TZI betont, dass alle Ebenen gleichwertig sind. Eigentlich istdie Balance in der Praxis schwer zu erhalten. Die Axiome, das Ich-Element, diePostulate und Hilfsregeln geben einzelnen gro&amp;#223; Freiraum und f&amp;#246;rdernSelbstbewusstsein. Das f&amp;#252;hrt leicht zur St&amp;#228;rkung der Subjektivit&amp;#228;t und zumVerlust der Objektivit&amp;#228;t. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Der erworbene Freiraum wird mi&amp;#223;braucht, indem dieTeilnehmer ihre pers&amp;#246;nlichen Energien m&amp;#246;glichst freisetzen oder an ihrer Denk-und Verhaltensweise festhalten. Innerhalb einer Gruppe gibt es nicht nurKooperation, sondern auch Konkurrenz und Wettbewerb. ?Menschen erleben sichnicht nur in der Kooperation mit anderen, sondern auch in Rivalit&amp;#228;t ihnengegen&amp;#252;ber.?[18] Bei der Konkurrenzbeharrt man, der starkes Selbstbewusstsein hat, oft auf seinem eigenenStandpunkt. Das bewirkt dann einen negativen Einflu&amp;#223; aufKommunikationsatmosph&amp;#228;re, Konfliktbew&amp;#228;ltigung und Gruppenzusammenarbeit. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;d.Kontrollsproblem des Leiters &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Die Anerkennung und F&amp;#246;rderung der Gleichgewichtigkeit derIch-Wir-Es-Faktoren im Globe ist die Basis der TZI-Gruppenarbeit. Deshalb istdie Hauptaufgabe der Leitung, auf die auf die Balance zu achten und Ma&amp;#223;nahmenzu ihrer Verwirklichung und Wiederherstellung zu ergreifen. Nach meiner Meinungist TZI ein theoretisch ideales Modell, aber in der Praxis ist das ausgewogeneVerh&amp;#228;ltnis schwer zu pflegen und kontrollieren. Das Verh&amp;#228;ltnis ger&amp;#228;t oft ausder Balance. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Au&amp;#223;erdem wird die Funktion des Leiters durch Anwendungdes ersten Postulats beschr&amp;#228;nkt. Das Postulat ist auf Autonomie ausgerichtet.Im TZI-System wird jedem Teilnehmenden den Raum gelassen, frei zu entscheidenund sich selbst zu verwirklichen. Das erh&amp;#246;ht die Schwierigkeit bei derKontrolle. Bei dem Gruppenarbeitsprozess besteht ein gro&amp;#223;es Risiko, dieKontrolle zu verlieren. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;  &lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;      &amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;                       &lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;Literaturverzeichnis&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Bauer-Sternberg/Schaper (1994): Organisationsentwicklung mit der Themenzentrierten Interaktion- Eineganzheitliche Strategie zur Unternehmensentwicklung. In: Gruppendynamik,Zeitschrift f&amp;#252;r angewandte Gruppendynamik, 25.Jg.,H.4&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;B&amp;#252;hmann, U. /Moser, A.K. (1995): Beitr&amp;#228;ge zur Wert-Sch&amp;#246;pfung. In: L&amp;#246;hmer, C./Standhardt, R.(Hrsg.):TZI : p&amp;#228;dagogisch-therapeutischeGruppenarbeit nach Ruth. C. Cohn. Klett Cotta: Stuttgart. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Cohn, Ruth (1991): Von der Psychoanalyse zur themenzentriertenInteraktion. Von der &amp;#160;Behandlungeinzelner zu einer P&amp;#228;dagogik f&amp;#252;r alle, Stuttgart: Klett-Cotta. S.120-128&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Donnert R. (1998): Coaching? die neue Form der Mitarbeiterf&amp;#252;hrung: Konflikt bew&amp;#228;hltigen, Zielevereinbaren, Mitarbeiter motivieren. Lexika-Verl., Krick Fachmedien,W&amp;#252;rzburg. S.79&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Greimel, A.(1992): TZIin der Wirtschaft. In: L&amp;#246;hmer, C./Standhardt, R. (Hrsg.): TZI: p&amp;#228;dagogischetherapeutische Gruppenarbeitnach Ruth C. Cohn. Klett Cotta: Stuttgart. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Hannen, Heike (2001): Bestandsaufnahmevon wissenschaftlichen Arbeiten und Forschungsprojekten &amp;#252;ber dieThemenzentrierte Interaktion (TZI) in der Wirtschaft, &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;www-Dokument: www.bibb.de/dokumente/pdf/TZI-Studie_Stand_der_Forschung.pdf &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Hurtz, Albert (1996):Qualifizierung f&amp;#252;r Gruppenarbeit.Theoretische Konzepte und&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;ihre Umsetzung in der betrieblichen Praxis, in: Antoni, Conny(Hrsg.): Gruppenarbeit&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;in Unternehmen. Konzepte, Erfahrungen, Perspektiven, 2. Aufl., Weinheim. Psychologie Verlags Union, S. 81-99.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;K&amp;#246;sel, Edmund/ D&amp;#252;rr,Ursula (1995): Neuorientierung in derDidaktik der beruflichen Bildung, in: Dehnbostel, Peter/ Walter-Lezius,Hans-Joachim 1995 (Hrsg.): Didaktikmoderner Berufsbildung. Standorte, Entwicklungen, Perspektiven, Bielefeld: Bertelsmann, S. 241-265.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Langmaack, Barbara(2001): Einf&amp;#252;hrung in dieThemenzentrierte Interaktion (TZI). Leben rund ums Dreieck, vollst. &amp;#252;berarb.Neuausg., Weinheim, Basel, Berlin: Beltz.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;L&amp;#246;hmer, Cornelia (1994):Am Anfang war der Globe. DieThemenzentrierte Interaktion&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;unter besonderer Ber&amp;#252;cksichtigung ihrer politischenDimension,in: L&amp;#246;hmer,&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Cornelia/Standhardt,R&amp;#252;diger (Hrsg.): Zur Tat befreien.Gesellschaftspolitische&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Perspektiven der TZI-Gruppenarbeit, Mainz:Matthias-Gr&amp;#252;newald, S.17-29. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Rubner, Angelika &amp;amp; Rubner, Eike: Die Entwicklungsphasen einer Gruppe-Grundkonflikte, Einstellungen dem Leiter gegen&amp;#252;ber und Leiterinterventionen,In: L&amp;#246;hmer Cornelia &amp;amp; Standhardt, R&amp;#252;diger, 1992(Hg.): TZI. P&amp;#228;dagogisch-therapeutische Gruppenarbeit nach Ruth C.Cohn, Klett-Cotta, Stuttgart. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;SusanneKlein (2001): Trainingstool-19 Methodenaus der Psychotherapie f&amp;#252;r die Anwendung in Training. GABAL Verlag GmbH.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Willeke, K (1995). Die TZI als methodisch-didaktischeGrundlage von Teamentwicklungsma&amp;#223;nahmen in Unternehmen. Ausz&amp;#252;ge aus einerDiplomarbeit. In: Arbeitskreis ?TZI und Wirtschaft? (Hrsg.): TZI und Wirtschaft.Reflexionen-Impulse Praxisberichte, Bd 2. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[1] vgl. Hurtz, Albert (1996): Qualifizierung f&amp;#252;rGruppenarbeit. Theoretische Konzepte und ihre Umsetzung in der betrieblichenPraxis, in: Antoni, Conny (Hrsg.): Gruppenarbeit in Unternehmen. Konzepte,Erfahrungen, Perspektiven, 2. Aufl., Weinheim: Psychologie Verlags Union, S. 87&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[2] vgl. Rubner,Angelika &amp;amp; Rubner, Eike: DieEntwicklungsphasen einer Gruppe -Grundkonflikte, Einstellungen dem Leitergegen&amp;#252;ber und Leiterinterventionen, In: L&amp;#246;hmer Cornelia &amp;amp;Standhardt, R&amp;#252;diger (Hg.): TZI.P&amp;#228;dagogisch-therapeutische Gruppenarbeit nach Ruth C. Cohn, Klett-Cotta, Stuttgart 1992&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[3] ?Chairman? bedeutet auf Deutsch Vorsizender oder Leiter. Aber in diesemFall nicht &amp;#252;bersetzbar wegen anderer Bedeutung: Chairman of myselft undChairman of a group.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[4] vgl. L&amp;#246;hmer, Cornelia 1994: Am Anfang war der Globe. DieThemenzentrierte Interaktion unter besonderer Ber&amp;#252;cksichtigung ihrer politischenDimension, in: L&amp;#246;hmer, Cornelia/ Standhardt, R&amp;#252;diger (Hrsg.): Zur Tat befreien.Gesellschaftspolitische Perspektiven der TZI-Gruppenarbeit, Mainz:Matthias-Gr&amp;#252;newald, S.18. (Aspekte themenzentrierter Interaktion)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[5] vgl. K&amp;#246;sel, Edmund/ D&amp;#252;rr, Ursula 1995: Neuorientierungin der Didaktik der beruflichen Bildung, in: Dehnbostel, Peter/ Walter-Lezius,Hans-Joachim 1995 (Hrsg.): Didaktik moderner Berufsbildung. Standorte,Entwicklungen, Perspektiven, Bielefeld: Bertelsmann, S.241.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[6] Barbara Langmaack (2001): Einf&amp;#252;hrung in dieThemenzentrierte Interaktion TZI. Beltz Verlag Weinheim, Basel. S.169&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[7] Barbara Langmaack (2001): Einf&amp;#252;hrung in dieThemenzentrierte Interaktion TZI. S.170&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[8] Barbara Langmaack (2001): Einf&amp;#252;hrung in dieThemenzentrierte Interaktion TZI. S.171&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[9] B&amp;#252;hmann, U. /Moser, A.K. (1995): Beitr&amp;#228;ge zur Wert-Sch&amp;#246;pfung. In: L&amp;#246;hmer,C./Standhardt, R.(Hrsg.): TZI : p&amp;#228;dagogisch-therapeutische Gruppenarbeit nachRuth. C. Cohn. Klett Cotta: Stuttgart. S. 393&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[10] Susanne Klein (2001): Trainingstool-19 Methoden aus der Psychotherapie f&amp;#252;rdie Anwendung in Training. GABAL Verlag GmbH. S.311&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[11] Donnert R. (1998): Coaching ? die neue Form der Mitarbeiterf&amp;#252;hrung:Konflikt bew&amp;#228;hltigen, Ziele vereinbaren, Mitarbeiter motivieren. Lexika-Verl.,Krick Fachmedien, W&amp;#252;rzburg. S.79&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[12] Greimel, A.(1992): TZI in der Wirtschaft. In: L&amp;#246;hmer, C./Standhardt, R.(Hrsg.): TZI: p&amp;#228;dagogischetherapeutische Gruppenarbeit nach Ruth C. Cohn. KlettCotta: Stuttgart. S. 349&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[13] Barbara Langmaack (2001): Einf&amp;#252;hrung in die Themenzentrierte InteraktionTZI. S.42&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[14] Hannen, Heike (2001): Bestandsaufnahme vonwissenschaftlichen Arbeiten und Forschungsprojekten &amp;#252;ber die ThemenzentrierteInteraktion (TZI) in der Wirtschaft, WWW-Dokument: www.bibb.de/dokumente/pdf/TZI-Studie_Stand_der_Forschung.pdf&amp;#160; S.23&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[15] Bauer-Sternberg/Schaper (1994). Organisationsentwicklung mit der Themenzentrierten Interaktion- Eineganzheitliche Strategie zur Unternehmensentwicklung. In: Gruppendynamik,Zeitschrift f&amp;#252;r angewandte Gruppendynamik, 25.Jg., H.4, S.427&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[16] Hannen, Heike (2001): Bestandsaufnahme vonwissenschaftlichen Arbeiten und Forschungsprojekten &amp;#252;ber die ThemenzentrierteInteraktion (TZI) in der Wirtschaft, WWW-Dokument: www.bibb.de/dokumente/pdf/TZI-Studie_Stand_der_Forschung.pdf&amp;#160; S.28&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[17] Willeke, K (1995): Die TZI alsmethodisch-didaktische Grundlage von Teamentwicklungsma&amp;#223;nahmen in Unternehmen.Ausz&amp;#252;ge aus einer Diplomarbeit. In: Arbeitskreis ?TZI und Wirtschaft? (Hrsg.):TZI und Wirtschaft. Reflexionen-Impulse-Praxisberichte, Bd 2. S.114&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;[18] Barbara Langmaack (2001): Einf&amp;#252;hrung in die Themenzentrierte InteraktionTZI. Beltz Verlag Weinheim, Basel. S.67&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;</description>
				<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 09:04:00 +0000</pubDate>
				<guid>http://desya.webs.com/apps/blog/show/1740255</guid>
			</item>
	</channel>
</rss>


