Posted by DeSya
at 05:50 AM on July 26, 2009
|
Forum Masyakat Indonesia Dresden (FORMID e.v.) merupakan perkumpulan masyarakat Indonesia yang tinggal di Dresden, Jerman. Organisasi yang cikal bakal kelahirannya diawali pada tahun 1999 ini termasuk organisasi resmi yang sudah terdaftar di pemerintahan Jerman sehingga dinamai e.v. (eingetragene Verein). Mayoritas anggotanya adalah mahasiswa-mahasiswa yang sedang menempuh studi baik Diplom, Master, maupun Doktor di Technische Universität Dresdena (TUD). Selain itu ada pula beberapa anggota yang bekerja pada perusahaan Jerman, serta mereka yang bersuami atau isterikan orang Dresden. Sekedar berbagi, berikut beberapa aktifitas yang saya ikuti bersama kawan-kawan lain di Formid:
13.05.09 Dies Academicus TU Dresden
Diawali dengan kegiatan yang cukup spektakuler adalah ikut sertanya Formid dalamserangkaian event akbar yang digelar dalam rangka Dies Academicus TU Dredsen,13.05.09. Kegiatan ini lebih kita kenal dengan sebutan Dies Natalis. Rangkaian kegiatan yang digelar diantaranya seminar, olahraga, pameran, festival senibudaya, dll. Sementara Formid ambil bagian dalam program seni budaya yang diperuntukkan bagi kelompok mahasiswa terutama mahasiswa asing dengan menampilkan dua pertunjukan sekaligus yakni tari Saman dan musik Angklung.
Untuk penampilan kali ini formid berupaya melakukan regenerasi dengan menampilkan wajah-wajah baru disamping pemain lama. Pada awal latihan hal tersebut cukup menyulitkan bagi pemain baru untuk mengimbangi kemahiran para seniornya dalam mengikuti gerak dan irama baik pada tari Saman maupun Angklung. Tetapi berkat latihan keras para pemain (kurang lebih 8 kali latihan bersama) dan kesabaran para pelatih, akhirnya kedua penampilan tersebut sukses dipentaskan.
Berlokasi ditaman terbuka dengan cuaca yang sangat mendukung kala itu menambah indahnya penampilan tim Formid, bahkan merupakan tim dengan performa paling menarik dibanding tim dari negara lain. Hal ini terbukti antusiasnya penonton, meskitidak terlalu berjubel, saat tim Formid sekitar 30 menit beraksi di ataspentas. Tepuk tangan selalu terdengar riuh ketika pergantian gerak pada tari Saman dan perpindahan pada Angklung dari lagu pertama La Paloma ke lagu kedua VogelHochzeit. Bahkan usai pentas beberapa penonton sempat menghampiri alatmusik tradisional dari bambu ini untuk melampiaskan rasa penasaran dengan bertanya dan mencoba memainkannya sendiri. Sebuah publikasi yang cukup menarikuntuk memperkenalkan kekayaan khasanah budaya Indonesia kepada dunia luar.
30.05.09 Pertemuan Bulan Mei
Pertemuan rutin bulanan Formid kali ini memberikan sebuah nuansa berbeda dari biasanya dalam hal makanan yang disajikan. Mengapa berbeda? Kalau biasanya dalam setiap pertemuan yang memasak adalah kaum hawa, kini mereka diberikan kesempatan untuk mencicipi masakan kaum adam. So, yang memasak sampai menyajikan makanan adalah bapak-bapak.Tidak mau kalah dengan masakan yang biasa dibuat Ibu-Ibu, mereka menyajikan menu dengan rasa terbaik. "Enak juga masakan bapak-bapak nih" komentar salah seorang ibu saat mencicipi hidangan makan siang yang disajikan.
Setelah santap siang acara dilanjutkan dengan presentasi dari salah seorang anggota Formid kali ini kesempatan Bapak Dr. Deendarlianto (scientist dan mantan kandidat Dewan Energi Nasional yang kini sedang bekerja sebagai peneliti di lembaga pusat penelitian Jerman di Dresden) untuk memaparkan tentang energi nasional dengan fokus tema Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Sangat menarik perhatian apa yang dipresentasikan oleh dosen Teknik Mesin dan Industri UGM ini terutama mengenai cadangan energi nasional sekarang ini dan prediksi cadangan energi untuk masa depan, serta keunggulan dan permasalahan dari penerapan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia yang hingga kini masih menjadi perdebatan diranah legislatif maupun eksekutif. PLTN lebih menguntungkan dari pada pembangkin listrik yang lain, namun kekhawatiran pemerintah dan masyarakat terhadap bahaya dari akibat yang ditimbulkan serta SDM dan SDA masih menjadi bahan pertimbangan.
27.06.09 Pertemuan Bulan Juni
Bisa dibilang pertemuan bulan ini merupakan pertemuan bulanan yang paling padat dengan agenda kegiatan mulai dari sosialisasi pemilihan presiden, penyuluhan perlindungan dan kewarganegaraan di luar negeri, dan presentasi dari anggota Formid.
Pukul 12.00 acara diawali pembukaan oleh pembawa acara abadi Formid Fajar Danur Isnantyo atau yang lebih publik kenal dengan sapaan Tyo ini dengan mengajak audiens untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ada decak haru saat menyanyikan dan mendengar lagu kebangsaan ini bergema diaula Max Kade Haus maklum kita tinggal jauh dari tanah air. Kedatangan rombongan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan juga staf KBRI Berlin menambah jumlah audiens yang hadir pada pertemuan di Max Kade Haus ini. Sosialisasi ketiga kalinya tersebut mungkin merupakan sosialisasi terakhir PPSBerlin dalam upaya memberikan pemahaman kepada WNI di luar negeri mengenai tatacara pemilihan presiden RI 2009 yang akan digelar Rabu, 08.07.09 mendatang. Untuk mencegah terjadinya kembali kekeliruan turut menjadi topik membahasan adalah evaluasi pemilihan anggota legislatif yang dua bulan lalu sudah dilakukan.
Selesainya sosialisai dari PPS kempatan berikutnya bagi staf KBRI Berlin memberikan penyuluhan perlindungan dan kewarganegaraan di luar negeri. Hal ini sangat penting menyangkut perlindungan hukum bagi WNI di luar negeri, anak yang lahir di luarnegeri dan bagi mereka yang melakukan kawin campur (misalkan si isteriIndonesia dan suaminya Jerman atau sebaliknya) akan status dirinya serta anak-anaknya kelak. Menjadi diskusi menarik ketika sesi tanya jawab dibukamengingat beberapa anggota Formid memiliki suami/isteri orang Jerman dan hampir semua anggota Formid yang sudah berkeluarga memboyong familinya untuk tinggal bersama di kota terindah Jerman ini, Dresden.
Beristirahat sambil menikmati hidangan alaIndonesia yang disajikan warga Formid sungguh sangat memuaskan lidah hadirin yang kangen dengan masakan Indonesia. Berbagai pilihan menu disajikan seperti ayam bakar, sayur lodeh, botok, pecel, rujak serut, sambal, dll.Setelah makan siang acara dilanjutkan dengan presentasi dari salah seorang anggota Formid (Bapak Irvan Afandi, M.Sc) yang aktifitassehari-harinya bekerja sebagai ingenieurprocess & development pada perusahaan semiconductor terkemuka. Tema presentasi yang disampaikan adalah pengkapsulan IC (integrated circuit) yang mencakup proses di pabrik, molding process juga green compound atau isu lingkungan yang muncul akibat proses pengkapsulan IC tersebut. Lebih lanjut materi presentasiini sudah disajikan dalam bentuk video yang bisa dinikmati pada website 1000guru.net.
Categories: Panorama