|
|
Hujan yang turun diawal Desember 2009 tidak menyurutkan antusias penonton untuk hadir menyaksikan event tahunan yang digelar oleh TUDresden ini, Internationale Weihnachtsfeier (Pesta Natal Internasional). Meskipun kedengarannya berlabelreligi, namun jangan salah, materi acaranya sama sekali tidak mencerminkan halitu. Internationale Weihnachtsfeierlebih merupakan ajang unjuk kebolehan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negarayang sedang menempuh studi di TU Dresden. Dalam event ini mereka seakanberlomba untuk menjadi yang terbaik dalam menampilkan kreasi seni dan budayanyamasing-masing. Selain pertunjukan seni budaya, acara ini dimeriahkan juga dengansajian makanan-makanan khas dari berbagai negara.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Internationale Weihnachtsfeier yang digelar 4 Desember 2009 ini lebih banyak menyedot animopenonton. Hal ini terlihat dari penuhnya Audimax Hörsaalzentrum sebagai tempat pertunjukan yang berkapasitas 977 tempat duduk serta puluhan stand yang berderet di bagian luar pertunjukan. Satu jamsebelum acara dimulai pintu sudah dibuka dan pengunjung diijinkan masuk.Sembari menunggu acara dimulai mereka berpetualang untuk menikmati makanan danminuman khas dari berbagai negara yang dijual dengan harga dibawah 2 Euro. Stand Formid (Forum Masyarakat Indonesia di Dresden) yang menyuguhkanmakanan berupa Siomay, Resoles, Bakwan, dll. begitu penuh oleh antrian pembeli.Tak heran jika seusai acara makanan yang disajikan ludes dinikmati tidak hanyaoleh mahasiswa asing tetapi juga mahasiswa Indonesia yang merindukan lezatnyamakanan Indonesia.
Sepertinya Formid sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan darievent-event internasional yang rutin digelar TU Dresden. Hampir disemua eventFormid selalu hadir menghiasinya tak terkecuali pada event ini. Untuk pertunjukan Formid kali ini menampilkan tarian andalannya, Tari Saman, yang pernah menjadi juarapada lomba seni budaya internasional di TU Dresden. Para penari yang berjumlah13 orang ini lebih didominasi oleh wajah-wajah baru sehingga memancarkan auradan semangat tersendiri pada setiap gerakan yang dimainkannya.
Tepat jam 20:00 secara resmiacara dibuka dengan sambutan dari Prof. Karl Lenz selaku Wakil Rektor Bidang Akademikmewakili Rektor yang tidak berkenan hadir. Selanjutnya penampilan ensembeltarian Folklor dari TU Dresden, Tari Samba dari Brazil, musik dan tari dariTurki. Jam 20:55 giliran Formid dengan Tari Samannya. Begitu ketigabelas penariberjalan beriring memasuki pentas tepuk tangan penonton sudah terdengarmenyambut. Tepuk tangan kembali bergemuruh tatkala pergantian gerakan satu kegerakan lainnya. Bila saat itu Anda berada di sana pasti bisa merasakanbagaimana gemuruhnya tepukan penonton saat Formiders beraksi. Setelah Formidyang mewakili Indonesia tampil, selanjutnyasuguhan musik dan tarian dari Nigeria, Bulgaria dan penutup paduan suara dari China.

Usai tampil memukau, keceriaan terpancar dari wajahpara penari. Mereka merasakan usaha kerasnya dulu kini membuahkan hasil. Attensi yang luar biasa dari penonton memang tidak terduga sebelumnya. Tidak hanya penampilan Formid di atas pentas yang sukses, stand makananpun sangat berhasil dengan larisnya makanan yang disajikan. Selamat dan terima kasih kepada para penari dan pelatih yang sudah berjuang tampil menjadi yang terbaik, Management stand makanan Indonesia beserta Crew dan tentunya semua anggota Formid yang ikut terlibat dalam acara ini.*
Categories: Panorama
The words you entered did not match the given text. Please try again.

Oops!
Oops, you forgot something.