Dede Syaehumishbah

... mach die beste!

LEKTION 1

1.1  Personalpronomen

 

Personalpronomen (kata ganti orang) dalam bahasa Jerman digunakan untuk:

  • menunjuk diri sendiri atau orang lain yang diajak berbicara.
  • menunjuk orang atau sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya.

Berikut perubahan (konjugasi) dari Personalpronomen, namun pada sesi ini kita hanya membahas pada kasus Nominativ dan Akkusativ saja:

 

 

Nominativ

Akkusativ

Arti

Singular

Orang I

ich

mich

saya

Orang II

du

dich

kamu

Orang III

er

ihn

Dia laki-laki/*KB.A “der”

sie

sie

dia perempuan/*KB.A “die”

es

es

dia - *KB.A “das”

Plural

Orang I

wir

uns

kami

Orang II

ihr

euch

kalian semua

Orang III

sie

sie

mereka

Formal

 

Sie

Sie

Anda, tuan/nyonya

 

*KB.A = kata benda artikel (der, die, das)

 

Keterangan: Nominativ (pelengkap penanda Subjek), Akkusativ (pelengkap pe nanda objek langsung),

 

Uraian tentang kata ganti orang dalam bentuk Nominativ :

  • Kata ganti Orang I (ich - wir) digunakan ketika kita melakukan suatu tindakan sendirian atau dengan orang lain.
  • Kata ganti Orang II (du - ihr) menunjukan bahwa orang tersebut adalah lawan bicara (pendengar) sedangkan ihr menunjukan bahwa pendengar atau lawan bicara lebih dari satu (plural).
  • Kata ganti “du-ihr” digunakan ketika berbicara kepada seseorang yang sudah akrab, anak-anak, pelajar dan sesama kerabat dan keluarga.
  • Kata ganti Orang III (er/es/sie - sie) menunjukan bahwa orang tersebut adalah orang /binatang/sesuatu yang sedang dibicarakan.
  • Kata ganti Formal “Sie” (bentuk sopan dan hormat). Digunakan ketika berbicara kepada orang yang lebih dewasa, pertama kali bertemu dan belum dikenal dan dipergunakan pada keadaan formal.
  • Ingat : penulisan kata ganti “Sie” dalam bentuk hormat selalu diawali dengan huruf besar “S”. Antara “sie” (kata ganti III Plural) digunakan untuk menunjukkan bahwa orang/binatang/sesuatu tersebut lebih dari satu sedangkan “Sie” (kata ganti bentuk Formal) digunakan untuk menyebut seseorang secara sopan.

 

1.2  Sein und haben

          Sein adalah kata kerja bantu sebagai pengganti kata kerja. Jika dalam bahasa Inggris kita mengenal istilah to be maka dalam bahasa Jerman adalah sein. Sein digunakan apabila dalam sebuah kalimat predikatnya selain kata kerja, yaitu kata benda (Nomen), kata sifat (Adjektiv) dan kata keterangan (Adverbien). Seperti kata kerja lain, penggunaan sein dalam sebuah kalimat harus dikonjugasikan juga sesuai dengan subjeknya.

 

Subjekt

sein

Beispiel             

Übersetzung

ich

bin

  Ich bin Student.

  Saya mahasiswa.

du

bist

  Du bist sehr schön.

  Kamu sangat cantik.

er

sie

es

ist

  Er ist 17 Jahre alt.

  Sie ist krank.

  Es ist ein Auto.

  Dia 17 tahun. (lk.)

  Dia sakit. (pr.)

  Itu mobil.

wir

sind

  Wir sind Deutsche.

  Kami orang Jerman.

ihr

seid

  Ihr seid aus Indonesien.

  Kalian dari Indonesia.

sie

Sie

sind

Sie sind glücklich.

Sie sind richtig.

Mereka bahagia.

Anda benar.

 

          Kata kerja bantu haben bila dikonjugasikan masih memiliki kesamaan dengan bentuk infinitivnya hanya untuk subjek du menjadi hast dan er, sie, es menjadi hat. Kata bantu haben biasa diikuti oleh kata benda dan biasa diartikan mempunyai (have). Perhatikan konjugasi dan contoh kalimat berikut: 

  

Subjekt

haben

Beispiel             

Übersetzung

ich

habe

  Ich habe Hunger.

  Saya lapar.

du

hast

  Du hast Kopfschmerzen.

  Kamu sakit kepala.

er

sie

es

hat

  Er hat Durst.

  Sie hat keine Angst.

  Es hat Geburtstag.

  Dia haus.

Dia tidak takut.

Dia berulang tahun.

wir

haben

  Wir haben Glück.

  Kami bahagia.

ihr

habt

  Habt ihr heute Unterricht?

Apakah kalian hari ini  

mempunyai pelajaran?

sie

Sie

haben

Sie haben keine Zeit, heute

Abend ins Kino zu gehen.

Mereka/anda tidak punya

waktu untuk pergi ke

bioskop malam ini.

 

1.3           Konjugation der Verben

 

Konjugasi kata kerja dalam Präsens

Präsens digunakan untuk membicarakan suatu kejadian:

  • Sesuatu yang dilakukan pada saat sekarang
    • Das Essen schmeckt gut. (Makanan itu rasanya enak).
  • Kegiatan yang dimulai waktu yang lalu dan masih berlangsung sampai sekarang.
    • Sita lernt seit drei Monate Indonesisch. (Sita belajar bahasa Indonesia sudah tiga bulan).
  • Sesuatu yang akan terjadi diwaktu akan datang, yang ditandai dengan menyertakan kata keterangan waktu untuk waktu yang akan datang (nächste Woche, nächsten Monat usw.).
    • Ich fahre nächsten Monat nach Bali. (Saya pergi ke Bali bulan depan).
  • Sesuatu yang benar adanya.
    • Sie heiβt Madonna (Dia bernama Madonna).
  • Kegiatan yang dilakukan secara rutin atau berulang-ulang.
    • Wir kochen jeden Samstag Mie Goreng. (Kami memasak mie goreng setiap hari Sabtu).

 

Pola:

Subjek + kata kerja bentuk sekarang + kata keterangan waktu/tempat.

 

Konjugasi kata kerja Infinitiv dalam kalimat bentuk sekarang dapat dikategorikan sebagai berikut:

 

A. Regelmäßige- (kata kerja beraturan) und schwache Verben (kata kerja lemah).

  1. Konjugasi kata kerja Infinitiv beraturan dan lemah secara umum.

Subjekt

wohnen

Endung

ich

wohne

e

du

wohnst

st

er,sie,es

wohnt

t

wir

wohnen

en

ihr

wohnt

t

sie/Sie

wohnen

en

 

  1. Konjugasi kata kerja Infinitiv beraturan yang berakhiran “ieren”.

Subjekt

probieren

Endung

ich

probiere

e

du

probierst

st

er,sie,es

probiert

t

wir

probieren

en

ihr

probiert

t

sie/Sie

probieren

en

 

  1. Konjugasi kata kerja Infinitiv beraturan yang berakhiran “t”, “d”.

Subjekt

warten

gründen

Endung

ich

warte

gründe

e

du

wartest

gründest

est

er,sie,es

wartet

gründet

et

wir

warten

gründen

en

ihr

wartet

gründet

et

sie/Sie

warten

gründen

en

 

  1. Konjugasi kata kerja Infinitiv beraturan yang berakhiran “m”, “n” setelah huruf konsonan.

Subjekt

rechnen

atmen

Endung

ich

rechne

atme

e

du

rechnest

atmest

est

er,sie,es

rechnet

atmet

et

wir

rechnen

atmen

en

ihr

rechnet

atmet

et

sie/Sie

rechnen

atmen

en

 

  1. Konjugasi kata kerja Infinitiv beraturan yang berakhiran “s”, “ss (ß)”, “x” , “z”.

Subjekt

heißen

heizen

reisen

Endung

ich

heiße

heize

reise

e

du

heißt

heizt

reist

t

er,sie,es

heißt

heizt

reist

t

wir

heißen

heizen

reisen

en

ihr

heißt

heizt

reist

t

sie/Sie

heißen

heizen

reisen

en

 

  1. Konjugasi kata kerja Infinitiv beraturan yang berakhiran “ern”, “eln”.

Subjekt

feiern

bügeln

Endung

ich

feiere

bügele/bügle

e

du

feierst

bügelst

st

er,sie,es

feiert

bügelt

t

wir

feiern

bügeln

n

ihr

feiert

bügelt

t

sie/Sie

feiern

bügeln

n

 

B. Konjugasi kata kerja Infinitiv unregelmässige- (kata kerja tidak beraturan) und starke Verben (kata kerja kuat).

 

Untuk konjugasi dari kata kerja kuat umumnya mengalami perubahan dalam vokal, maka bentuk kata kerja ini sering disebut juga dengan Verben mit Vokalwechsel. Perubahan vokal ini terjadi untuk subjek du dan er/sie/es. Berikut beberapa perubahan vokal tersebut:

 

1.     Perubahan vokal dari  e › i

Pp.

geben

nehmen

ich  

gebe        

nehme        

du  

gibst        

nimmst        

er/sie/es  

gibt        

nimmt        

wir  

geben        

nehmen 

ihr  

gebt        

nehmt  

sie/Sie  

geben        

nehmen 

 

essen, geben, nehmen, sprechen, treffen, and vergessen.

brechen (to break), helfen (to help), sterben (to die), werfen (to throw).

 

2. Perubahan vokal dari e › ie

Pp.

sehen

lesen

ich  

sehe

lesen

du  

siehst

liest

er/sie/es  

sieht

liest

wir  

sehen

lesen

ihr  

seht

lest

sie/Sie  

sehen

lesen

 

lesen dan sehen (begitupun untuk aussehen and fernsehen).
empfehlen (to recommend), geschehen (to happen), stehlen (to steal).

 

3. Perubahan vokal dari a › ä

Pp.

fahren

laufen

ich  

fahre     

laufe   

du  

fährst 

läufst    

er/sie/es  

fährt 

läuft 

wir  

fahren  

laufen 

ihr  

fahrt  

lauft  

sie/Sie  

fahren 

laufen 

 

anfangen, einladen, fahren, halten, laufen, schlafen (and its relative einschlafen), and tragen. backen (to bake), fallen (to fall), lassen (to leave, to let), schlagen (to hit), waschen (to wash).

 

4. Perubahan Vokal dari a › ä

Khusus untuk konjugasi einladen atau halten, meskipun Stammnya berakhiran dengan “d” atau “t” tetap tidak ditambahi “e” dalam konjugasinya.

 

Pp.

einladen

(to invite)

halten

(to hold, stop)

ich  

lade ein 

halte    

du  

lädst ein 

hältst  

er/sie/es  

lädt ein  

hält  

wir  

laden ein 

halten 

ihr  

ladet ein 

haltet  

sie/Sie  

laden 

halten

 

Rangkuman :

Melihat contoh pembentukan kata kerja Infinitiv dalam bentuk Präsens dapat disimpulkan sebagai berikut :

·         Pembentukan kata kerja Infinitiv dalam bentuk “Präsens” pada umumnya sama seperti pedoman konjugasi “regelmässige Verben”.

·         Terkecuali untuk kata kerja Infinitiv yang berakhiran dengan “t, d, m, n” pedoman konjugasinya yaitu penambahan “e” pada orang kedua tunggal (du), orang ketiga tunggal (er,sie,es) dan orang kedua jamak (ihr).

·         Sedangkan untuk kata kerja Infinitiv yang berakhiran dengan “s, ß(ss), z ,x” perbedaannya dengan konjugasi kata kerja lainnya hanya terletak pada orang kedua tunggal (du) karena kata kerja Infinitiv yang telah dikonjugasikan tidak akan berakhiran “st” melainkan “t”.

·         Sedangkan untuk kata kerja tidak beraturan (unregelmässige Verben) pada saat dikonjugasikan yang perlu diperhatikan hanya pada orang kedua tunggal (du) dan orang ketiga tunggal (er,sie,es). Tipp : kata kerja unregelmässige Verben pada umumnya tidak mempunyai pedoman khusus cara pembentukannya sehingga perlu di hapal.

·         Bentuk kata kerja Infinitiv untuk (er,sie,es) setelah dikonjugasikan selalu sama yakni berakhiran “t” kecuali untuk kata kerja Infinitv yang berakhiran dengan “t,d,m,n” akan berakhiran “et”.

·         Bentuk kata kerja Infinitiv untuk orang pertama jamak (wir) dan orang ketiga jamak (sie) dan bentuk Formal (Sie) setelah dikonjugasikan selalu sama yakni berakhiran “en”.

 

1.4           Fragesatz

Fragesatz (kalimat tanya) dalam bahasa Jerman mempunyai dua variasi yaitu:

 

1.     Fragesatz ohne Fragewort (kalimat tanya tanpa kata tanya)

Adalah kalimat tanya yang tidak menggunakan kata tanya sebagai penanyanya. Disebut juga dengan Entscheidungsfragen karena inti jawabannya hanya ja (ya) dan nein (tidak). Yang digunakan dalam kalimat tanya jenis ini adalah kata kerjanya yang diletakkan di depan.

Contoh: Manfred kommt aus Deutschland.

             Manfred berasal dari Jerman.

Jika kalimat pernyataan tersebut diubah menjadi kalimat pertanyaan maka bunyinya menjadi:

              Kommt Manfred aus Deutschland?

               Apakah Manfred berasal dari Jerman?

Jawaban dari kalimat tanya seperti itu adalah berupa Entscheidung (keputusan) antara ja dan nein. Contoh:

              Ja, er kommt aus Deutschland.  

atau        Nein, er kommt nicht aus Deutschland.

atau        Nein, er kommt aus Polen.

Yang perlu diingat adalah perubahan subjek kalimatnya. Seperti misalnya dalam contoh:

              Ich habe einen Bruder.

Maka kalau dibuat kalimat tanya tidak menggunakan lagi subjek dan konjugasi “ich” melainkan kata ganti orang kedua yakni “du” atau”Sie”. Seperti:  Hast du einen Bruder?

              Ja, ich habe einen Bruder.

atau        Haben Sie einen Bruder?          

              Nein, ich habe keinen Bruder.

Untuk jawaban positif atau mengiyakan memakai kata ja. Kalimat berikutnya adalah sama dengan kalimat pernyataan dan di letakkan di belakang kata ja. Sedangkan untuk jawaban yang negativ, kita membutuhkan kata ingkar atau Negation yakni “kein” dan “nicht”.

Contoh: - Manfred, hast du heute Abend Zeit?                   

               Nein, ich habe heute Abend keine Zeit.

             - Herr Müller, wohnen Sie in Berlin?     

               Nein, ich wohne nicht in Berlin.

Lebih lanjut tentang penggunaan Negation ini akan dibahas pada sesi khusus Negation.  

 

2.     Fragesatz mit Fragewort (kalimat tanya dengan kata tanya)

Kalimat tanya jenis ini adalah kalimat tanya yang menggunakan kata tanya (Fragewort) sebagai penanyanya. Kata tanya tersebut diantaranya:

 

  1. Wann (kapan)

     Wann berfungsi untuk menanyakan waktu. Jadi jawaban dari pertanyaan dengan “wann” sebagai kata tanyanya adalah tentang waktu. Letak kata kerja dalam kalimat tanya dengan kata tanya adalah di tempat kedua dan tentu saja kata kerjanya dikonjugasikan sesuai aturan konjugasi.

Contoh: - Wann kommt sie aus Deutschland?         

                 Kapan dia datang dari Jerman?       

              * Im Februar.

                 Pada bulan Februari.

 

  1. Warum (mengapa)

     Warum adalah kata tanya yang bersifat kausal atau kata tanya yang menanyakan sebab dari sesuatu. Jawaban dari kalimat tanya dengan kata tanya warum merupakan alasan dari terjadinya suatu kejadian atau peristiwa. Oleh karena itu jawabannya biasa diawali dengan kata “denn” atau “weil” yang artinya karena atau sebab.

Contoh:  - Warum kommst du zu spät?

                 Mengapa kamu datang terlambat?

              * Denn mein Auto ist kaputt

atau        * Weil mein Auto kaputt ist.

                 Karena mobil saya rusak.

     Ada perbedaan peletakkan kata kerja antara jawaban yang menggunakan “denn” dengan jawaban yang menggunakan “weil”. Kata kerja pada denn tidak mengalami perpindahan yakni tetap pada posisi kedua sebagaimana kata kerja biasanya. Sedangkan pada weil, kata kerja diletakkan di belakang.  

 

  1. Wie (bagaimana)

     Kata tanya dengan wie berfungsi untuk menanyakan situasi atau keadaan sesuatu atau seseorang. Misalnya untuk menanyakan kabar, nama, pendapat atau lainnya.

Contoh:  - Wie geht es dir?          

                Bagaimana kabarmu?

              * Danke gut.                            

                Baik, terima kasih.

 

  1. Wo (di mana)

     Fragewort “wo” berfungsi untuk menanyakan tempat yang jawabannya adalah dengan Dativ objekt. Tema ini akan kita bahas lebih lanjut.

Contoh:  - Wo studierst du, Monika?

                 Di mana kamu belajar, Monika?

              * Ich studiere an der Berufsakademie Malang.

                 Saya studi di Berufsakademie Malang.   

 

  1. Wohin (ke mana)

     Kata tanya “wohin” disebut juga kata tanya direktif karena menanyakan tempat tujuan. Jawaban yang diberikanpun harus menunjukakan suatu tempat.

Contoh: - Wohin gehst du?

                 Ke mana kamu pergi?

              * Ich gehe zur Uni.

                 Saya pergi ke kampus.

 

  1. Was (apa)

     Kata tanya “was” berfungsi untuk menanyakan benda baik itu sebagai subjek maupun sebagai objek.

Contoh: - Was ist das?

                 Apakah ini?

              * Das ist ein Auto.

                 Ini sebuah mobil.

              - Was kauft der Vater?

                 Apa yang ayah beli?

              * Der Vater kauft ein Auto.

                 Ayah membeli sebuah mobil.

             

  1. Wer (siapa)

     Kata tanya “wer” berfungsi untuk menanyakan orang sebagai subjek.

Contoh:  - Wer kauft das Auto?

                 Siapa yang membeli mobil?

              * Der Vater kauft das Auto.

                 Ayah yang membeli mobil.    

 

  1. Wie alt (berapa usia)

     Wie alt adalah kata tanya yang khusus untuk menanyakan umur/usia dari manusia atau benda.

Contoh: - Wie alt bist du?

                 Berapa usia kamu?

              * Ich bin zwanzig Jahre alt.

                 Saya berusia dua puluh tahun.

 

  1. Wie viele / wieviel (berapa banyak)

Wie viele atau wieviel berfungsi untuk menanyakan sebuah jumlah tertentu. Setelah wie viele biasanya diikuti oleh sebuah subsatantiv dalam bentuk plural tanpa artikel dan dipakai untuk menanyakan benda yang dapat dihitung. Sedangkan setelah wieviel diikuti oleh sebuah substantiv dalam bentuk singular tanpa artikel dan digunakan untuk menanyakan kata benda yang tidak dapat dihitung.

Contoh:  - Wie viele Geschwister hast du?

                Berapa banyak saudara yang kamu miliki?

              * Ich habe 3 Geschwister.

                 Saya memiliki 3 orang saudara.

-  Wieviel Geld gebt ihr pro Monat aus?

   Berapa banyak uang yang kalian belanjakan perbulan.

     * Wir geben mehr als Rp. 500.000 pro Monat aus.

        Kami membelanjakan lebih dari Rp. 500.000

        perbulan.

 

  1. Wie lange (berapa lama)

Wie lange berfungsi untuk menanyakan durasi waktu.

          Contoh:  - Wie lange bist du schon in Malang?

                          Sudah berapa lama kamu di Malang?

                       * Schon einen Monat bin ich hier.

                          Sudah satu bulan saya di sini.

 

  1. Wie oft (seberapa sering)

Contoh: - Wie oft gehst du schwimmen?

               Seberapa sering kamu pergi berenang?

            * Zwei mal pro Woche gehe ich schwimmen.

                Dua kali seminggu saya pergi berenang.

 

1.5           Zahlen (bilangan angka)

 

Zahlen 1 - 10
(Angka 1 - 10)

 

Zahl

Deutsch

1

eins

2

zwei

3

drei

4

vier

5

fünf

6

sechs

7

sieben

8

acht

9

neun

10

zehn

Zahlen 11 - 20
(Angka 11 - 20)

 

Zahl

Deutsch

11

elf

12

zwölf

13

dreizehn

14

vierzehn

15

fünfzehn

16

sechzehn

17

siebzehn

18

achtzehn

19

neunzehn

20

zwanzig

Zahlen 10, 20, 30 ...
(Angka 10, 20, 30 ...)

 

Zahl

Deutsch

10

zehn

20

zwanzig

30

dreißig

40

vierzig

50

fünfzig

60

sechzig

70

siebzig

80

achtzig

90

neunzig

100

einhundert

 

Bagaimana mengatakan angka dari 20 sampai 99?

Angka kedua + und + angka pertama

Ada sedikit pengecualian. Jika 1 sebagai angka pertama, maka "s" tidak dipakai. Kita mengatakan ein... bukan eins...

·  24: vierundzwanzig

·  33: dreiunddreißig

·  61: einundsechzig

 

Bagaimana mengatakan angka diatas 100?

Mulai dengan einhundert, zweihundert, ... dan tambahkan and add the remaining number dengan atau tanpa "und". Ini adalah pilihanmu.

·  101: einhunderteins

·  324: dreihundertvierundzwanzig

·  999: neunhundertneunundneuzig

 

Weitere Zahlen
(angka selanjutnya)

 

Zahl

Deutsch

0

null

1000

tausend

10000

zehntausend

100000

einhunderttausend

1000000

eine Million

1000000000

eine Milliarde

 -"ds"-

LEKTION 2

Video

553 views - 0 comments
555 views - 0 comments
555 views - 0 comments
1721 views - 0 comments